Selfina Gala
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEWATERING BATUBARA PERINGKAT RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN OLI BEKAS KENDARAAN OPERASIONAL TAMBANG UNTUK MENGURANGI KADAR AIR PADA BATUBARA Irfan Arianto Saputra; Selfina Gala; Ismail Marzuki
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24585

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber energi utama yang masih banyak dimanfaatkan di Indonesia. Namun, sebagian besar cadangan batubara nasional tergolong batubara peringkat rendah (low rank coal) yang memiliki kelemahan berupa kadar air yang tinggi, nilai kalor rendah, serta mudah teroksidasi. Kandungan air yang tinggi menyebabkan proses pembakaran menjadi kurang efisien, menurunkan kualitas energi, dan meningkatkan biaya transportasi karena berat angkut yang lebih besar. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menurunkan kadar air atau melakukan proses dewatering pada batubara peringkat rendah agar dapat meningkatkan nilai kalor serta efisiensi penggunaannya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Testing Center Wanjia PT. Guanching Nickel and Stainless Steel (GCNS). Sebagai bahan baku, digunakan batubara peringkat rendah dan minyak oli bekas. Proses dimulai dengan pencampuran batubara dan minyak bekas dengan rasio 5:0, 4:1, 3:2, 2:3, 1:4, 0:5. Tiap sampel dicampur kemudian dipanaskan selama 30 hingga 150 menit pada suhu 180°C. Nantinya, tiap sampel dianalisis untuk kadar air, nilai kalori, dan kadar abu. Hasil data menunjukkan bahwa sampel dengan rasio 1:4 yang dipanaskan selama 150 menit memberikan hasil terbaik, mencapai nilai kalori terbesar yaitu 7557 cal/g dan kadar air serta abu terendah masing-masing 4,83% dan 1,94%. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak oli bekas dapat meningkatkan kualitas batubara.
ANALISIS PENGARUH GRAMASI DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP PEMBACAAN KADAR NIKEL MENGGUNAKAN XRF EPSILON 4 Nur Fauziyyah Safitri; Selfina Gala
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.26912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi gramasi dan ukuran partikel terhadap hasil pembacaan kadar nikel (Ni) pada sampel limonit dan saprolit menggunakan instrumen X-Ray Fluorescence (XRF) Malvern Panalytical Epsilon 4. Preparasi sampel dilakukan dengan variasi gramasi 3, 5, 7, 9, dan 11 gram serta ukuran partikel 100 mesh dan 200 mesh untuk mengevaluasi pengaruh kedua parameter tersebut terhadap akurasi dan kestabilan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi gramasi sampel memberikan pengaruh yang relatif kecil dan tidak menunjukkan hubungan linier terhadap kadar nikel yang terbaca. Pada sampel limonit, kadar Ni berada pada kisaran ±1,29–1,34%, sedangkan pada saprolit berkisar ±1,78–1,97%. Nilai cenderung meningkat pada gramasi tertentu, khususnya pada rentang 7-9 gram, kemudian menunjukkan kestabilan, yang mengindikasikan adanya ketebalan optimum dalam analisis XRF. Gramasi yang terlalu kecil dapat menyebabkan intensitas sinyal rendah, sedangkan gramasi yang terlalu besar dapat menimbulkan efek penyerapan (self-absorption). Sementara itu, ukuran partikel memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap hasil analisis. Sampel dengan ukuran partikel lebih halus (200 mesh) menghasilkan nilai kadar nikel yang lebih tinggi dan lebih konsisten dibandingkan ukuran 100 mesh. Pada limonit, kadar Ni meningkat dari ±1,29–1,32% (100 mesh) menjadi ±1,32–1,34% (200 mesh), sedangkan pada saprolit meningkat dari ±1,78–1,86% menjadi ±1,88–1,97%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya homogenitas dan luas permukaan sampel, sehingga interaksi antara sinar-X dan material menjadi lebih merata dan menghasilkan pembacaan yang lebih representatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ukuran partikel merupakan faktor dominan dalam menentukan kualitas hasil analisis XRF, sedangkan gramasi berperan dalam mencapai kondisi optimum ketebalan sampel. Oleh karena itu, penggunaan ukuran partikel halus (200 mesh) dan gramasi optimum (7–9 gram) sangat direkomendasikan untuk memperoleh hasil analisis kadar nikel yang akurat, presisi, dan representatif.