AbstractFemale Myths and Self-Acceptance in the Album Untuk Dunia, Cinta, Dan Kotornya by Nadin Amizah. This research examines the mythical representation of women and self-acceptance in the lyrics of the album "Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya" by Nadin Amizah. The lyrics of this album not only convey women's experiences but also illustrate the social construction that often places women in a passive position and limits them to the domestic sphere. This is important to study because although written by women, the lyrics reveal the struggle between the limiting myths and women's efforts to accept themselves. Through Roland Barthes' semiotic approach, this research looks at meaning not only denotatively, but also connotatively and mythically. This research is qualitative-descriptive with a text analysis technique of the song lyrics in the album. The results show that the lyrics in this album contain women's myths that position women in socio-cultural construction, as passive beings, bound to the domestic sphere and dependent. The lyrics in this album also experience a shift in meaning towards a new meaning that presents women as active and equal subjects. Self-acceptance is presented as a form of awareness of women's wounds, experiences, and identities. This research shows women as active, empowered subjects, appreciating and celebrating their identity.Keywords: myth of women, self-acceptance, song lyirics, Barthes semiotics, Nadin AmizahAbstrakMitos Perempuan dan Penerimaan Diri dalam Album Untuk Dunia, Cinta, Dan Kotornya Karya Nadin Amizah. Penelitian ini mengungkap representasi mitos perempuan dan penerimaan diri dalam lirik lagu album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah. Lirik dari album ini tidak hanya menyampaikan pengalaman perempuan tetapi juga menggambarkan konstruksi sosial yang sering menempatkan perempuan dalam posisi pasif dan terbatas pada ranah domestik. Hal ini menjadi penting untuk diteliti karena meskipun ditulis oleh perempuan, lirik-lirik tersebut justru menunjukkan pergulatan antara mitos yang membatasi dan upaya penerimaan diri perempuan. Melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini melihat makna tidak hanya secara denotatif, tetapi juga konotatif dan mitos. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap lirik lagu dalam album tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik dalam album ini mengandung mitos-mitos perempuan yang memosisikan perempuan dalam konstruksi sosial-budaya, sebagai makhluk pasif, terikat pada ranah domestik dan bergantung. Lirik dalam album ini juga mengalami pergeseran makna menuju pemaknaan baru yang menampilkan perempuan sebagai subjek aktif dan setara. Penerimaan diri ditampilkan sebagai bentuk kesadaran atas luka, pengalaman, dan identitas perempuan. Penelitian ini menunjukkan perempuan sebagai subjek yang aktif, berdaya, menghargai dan merayakan identitasnya.Kata-kata kunci: mitos perempuan, penerimaan diri, lirik lagu, semiotika Barthes, Nadin Amizah