Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan matematis siswa SMA dalam menyelesaikan soal materi peluang berdasarkan pendekatan Newman's Error Analysis (NEA). NEA membagi proses penyelesaian soal menjadi lima tahap: membaca soal (reading), memahami makna (comprehension), mentransformasikan ke model matematika (transformation), melakukan perhitungan (process skill), dan menuliskan hasil akhir (encoding). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 28 siswa kelas XII SMAN 16 Garut yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berupa lima soal uraian pada materi peluang, wawancara, dan dokumentasi lembar jawaban. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan paling dominan terjadi pada tahap transformation (39%) yang menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami hambatan dalam mengubah soal cerita menjadi model matematika, termasuk menentukan ruang sampel dan jenis peristiwa. Pada tahap process skill (35%) siswa masih salah dalam melakukan proses perhitungan seperti kombinasi dan permutasi. Pada tahap comprehension (15%) sebagian siswa masih mengalami kesulitan memahami konteks dan informasi penting yang diminta dalam soal. Pada tahap encoding (10%) siswa masih menulis penyajian jawaban akhir yang tidak lengkap atau kurang tepat. Pada tahap reading (1%) menunjukkan bahwa hampir semua siswa mampu membaca dan mengenali informasi dasar pada soal. Temuan ini menyimpulkan bahwa kesulitan utama siswa dalam materi Peluang bukan pada pemahaman informasi dasar, melainkan pada kemampuan mentransformasikan soal ke model matematika dan proses perhitungan. Dengan begitu, rekomendasi untuk pembelajaran ditekankan pada penguatan konsep istilah peluang, visualisasi model matematis, dan pemberian scaffolding untuk meningkatkan akurasi proses perhitungan.