Material letusan gunung api memiliki kesuburan potensial yang tinggi, namun kandungan hara C dan N tergolong sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah perlakuan bahan organik Tithonia diversifolia dan Arachis pintoii sebagai tanaman penutup tanah selama setahun dapat meningkatkan kandungan C dan N dari material letusan gunung api. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok sebanyak 8 perlakuan yang diulang tiga kali. Material letusan diambil dari Gunung Kelud dan Gunung Bromo, lolos ayakan 2 mm untuk memperoleh ukuran partikel yang seragam. Daun dan batang Tithonia diversifolia digunakan sebagai bahan organik yang dicacah sebelum dicampur dengan material letusan. Arachis pintoii sebagai tanaman penutup tanah diharapkan dapat membantu proses pelapukan material letusan, serta memfiksasi N dari udara. Arachis pintoii ditanam setelah 2 minggu inkubasi bahan organik dengan bahan letusan. Contoh tanah diambil setelah 1 tahun perlakuan, dan diukur kandungan C (Walkley-Black) dan N (Kjehldahl) pada material letusan gunung api . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik dan N-total pada material letusan gunung api mengalami peningkatan setelah diberikan bahan organik dan tanaman penutup tanah selama 1 tahun. Kandungan C-Organik tertinggi pada material Gunung Kelud sebesar 0,41±0,01% (VkB0A1), sedangkan pada Gunung Bromo sebesar 0,28±0,04% (VbB1A0 dan VbB1A1). Kandungan N-total tertinggi pada Gunung Kelud sebesar 0,004±0,001% (VkB1A0) dan Gunung Bromo sebesar 0,003±0,001% (VbB1A0). Material Gunung Kelud cenderung mengalami peningkatan C-Organik dan N-total lebih tinggi daripada material Gunung Bromo. Kandungan C-Organik tertinggi dijumpai pada penanaman Arachis pintoii, sedangkan N-total tertinggi dijumpai pada pemberian bahan organik Tithonia diversifolia.