The ease of using internet technology allows people to upload videos, photos, content, and comments quickly, which can spread widely across platforms and become a source of new problems and crimes. One of the new forms of these problems and crimes is Online Gender-Based Violence (KBGO). KBGO is similar to gender-based violence committed in the real world, where the perpetrator has the intention to harass the victim based on gender, both physically and non-physically. The city of Surakarta is one of the cities affected by KBGO, where violence, especially against women in Soloraya, has increased, particularly after social media became widely used following the COVID-19 pandemic. To combat KBGO in the city of Solo, the UNS KKN team provided KBGO training for students at SMA Negeri 8 Surakarta. This activity uses the service-learning (SL) method, a teaching strategy that provides opportunities for community members to be actively involved and apply knowledge while learning. This strategy allows the community to directly influence the harmony of experiences and activities by utilising university resources. The training successfully increased the participants' knowledge about KBGO and its legislation. This is also evidenced by the post-test results, which showed that the scores increased compared to the pre-test results. Participants were also provided with socialisation on the procedures for filing KBGO complaints through several mechanisms, including digital and web-based applications provided by the Indonesian government. Kemudahan penggunaan teknologi internet membuat masyarakat dapat dengan mudah mengunggah video, foto, konten, hingga berkomentar dalam waktu yang singkat dan langsung tersebar luas di platform yang digunakan, yang dapat menjadi sumber permasalahan dan kejahatan baru. Salah satu bentuk baru dari permasalahan dan kejahatan tersebut adalah Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO). KBGO serupa dengan kekerasan berbasis gender yang dilakukan di dunia nyata, yang mana pelaku memiliki niat untuk melakukan pelecehan pada korban berdasarkan gender baik secara fisik maupun non-fisik. Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang terdampak akan adanya KBGO, yang mana kekerasan khususnya terhadap perempuan di Soloraya meningkat terutama setelah media sosial marak digunakan pasca adanya pandemi Covid-19. Dalam upaya memerangi KBGO di kota Solo, tim KKN UNS memberikan pelatihan mengenai KBGO bagi siswa-siswi di SMA Negeri 8 Surakarta. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Service-Learning, yaitu strategi pengajaran yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat aktif dan menerapkan pengetahuan sambil belajar, sehingga memungkinkan masyarakat untuk secara langsung mempengaruhi keselarasan pengalaman dan aktivitas dengan memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh perguruan tinggi. Pelatihan ini berhasil dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2024. Hasilnya, pengetahuan peserta mengenai KBGO beserta payung hukumnya telah bertambah, terbukti dari peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari para pemateri di penghujung acara. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil nilai post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil nilai pre-test. Peserta juga diberikan sosialisasi terkait langkah-langkah pengaduan KGBO melalui beberapa metode, seperti melalui aplikasi digital dan web yang telah disediakan oleh pemerintah Indonesia.