Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang memiliki potensi sebagai alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan terbatas. Bahan dasar pembuatan biodiesel seringkali berasal dari minyak kelapa sawit. Hal ini, menjadi masalah karena produksi minyak skala besar dari tanaman kelapa sawit memerlukan lahan yang luas dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hutan. Mikroalga Chlorella vulgaris merupakan jenis mikroalga penghasil lipid yang baik, sehingga lipid yang diperoleh dari mikroalga ini dapat menjadi alternatif sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi optimal dalam pemberian nutrisi pada media kultur mikroalga C. vulgaris untuk meningkatkan kadar lipid di dalam selnya. Variabel bebas yang diujikan pada penelitian ini, yaitu pemberian nutrisi menggunakan air cucian beras, air limbah ampas tahu, air kelapa, dan kontrol (air tawar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi yang paling optimal adalah pada media kultur yang diberi nutrisi air kelapa dengan perolehan lipid sebesar 22,08%, sedangkan media kultur lain diperoleh lipid berkisar 1 - 3,5 %. Hal ini disebabkan karena air kelapa kaya akan kandungan mineral kalium dan magnesium, serta karbohidrat (glukosa, fruktosa) yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembentukan lipid di dalam sel mikroalga. Pemberian nutrisi dengan air kelapa pada media kultur mikroalga menjadi cara yang berpotensi untuk mengembangkan produksi lipid dalam skala industri menggunakan mikroalga yang dapat menjadi bahan alternatif pembuatan biodiesel.