Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Konservasi SDA dengan Infrastruktur Pengendali Banjir Perkotaan: Studi Kasus Pembangunan Underpass Simpang Joglo, Surakarta Devianto, Muhammad Rizky; Zulkarnain, Irwan Mirza; Rachmadi, Afif; Praja, Tauvan Ari
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.154

Abstract

tantangan baru dalam pengelolaan banjir akibat perubahan tata guna lahan dan sistem drainase. Analisis hidrolik menggunakan HEC-RAS dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jaringan drainase eksisting dan merumuskan alternatif solusi. Tiga skenario simulasi diuji: kondisi eksisting, pemisahan aliran setelah pembuatan talang, dan pemisahan aliran dengan penambahan kolam retensi dan pompa. Hasil studi menunjukkan bahwa skenario ketiga merupakan yang paling efektif, dengan rata-rata penurunan muka air sebesar 0,25 m dan tinggi jagaan (freeboard) sebesar 33 cm. Temuan ini menegaskan bahwa kolam retensi berperan signifikan tidak hanya dalam menyimpan sementara limpasan yang terjadi ketika hujan tetapi juga dalam mendukung infiltrasi untuk mengembalikan air ke tanah dan menjaga kualitas air banjir. Selain perbaikan teknis, pengendalian banjir berkelanjutan di wilayah perkotaan memerlukan integrasi perencanaan tata ruang, konservasi sumber daya air, dan partisipasi masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur sekaligus meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.
Strategi Penanganan Darurat Groundsill Srandakan dengan Integrasi Model Numerik dan Metode Analitis Shields–Izbash Wahyuni, Sri; Rachmadi, Afif; Harianto; Devianto, M. Rizky
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.160

Abstract

Sungai Progo, yang berhulu di Gunung Sindoro dan bermuara di Samudera Hindia, memiliki peran penting dalam menopang infrastruktur strategis dan ekosistem di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, aktivitas vulkanik Gunung Merapi tahun 2010 yang menghasilkan banjir lahar telah meningkatkan suplai sedimen secara signifikan, diikuti dengan aktivitas penambangan galian C yang tidak terkendali. Akumulasi kondisi tersebut mempercepat degradasi morfologi sungai, memicu penurunan dasar sungai hingga 5 meter dalam kurun waktu 20 tahun. Dampak serius dari kondisi ini terlihat pada kerusakan Groundsill Srandakan pada Januari 2025, yang berpotensi mengancam stabilitas jembatan, bendung, serta infrastruktur sungai lainnya. Studi ini bertujuan merancang penanganan darurat Groundsill Srandakan melalui pendekatan model numerik dan metode analitis. Pemodelan numerik dua dimensi menggunakan perangkat lunak HEC-RAS diterapkan untuk menganalisis karakteristik aliran, sedangkan kebutuhan material timbunan ditentukan melalui metode Shields dan Izbash. Hasil analisis menunjukkan kecepatan aliran pada lokasi groundsill mencapai 7 m/s, sehingga dibutuhkan timbunan batu boulder dengan berat minimal 2,2 ton per unit agar stabil terhadap tipe aliran. Rekomendasi desain timbunan ini menekankan efektivitas konstruksi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem sungai. Penanganan darurat Groundsill Srandakan diharapkan tidak hanya melindungi infrastruktur vital, tetapi juga mendukung konservasi sumber daya air melalui upaya pengendalian degradasi dasar sungai serta pemeliharaan ekosistem perairan.
Optimasi Pengendalian Banjir melalui Pemodelan Numerik 1D (Studi Kasus: Kanal Banjir Timur Semarang) Rachmadi, Afif; Joubert, Marasi Deon; Budi, Agung Setya; Harianto, Harianto
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Teknik Hidraulik
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jth.v16i2.827

Abstract

The Eastern Flood Canal of Semarang is a flood control system with a total length of 14.6 km, receiving inflows from Kali Gede through the operational gates of Pucang Gading Dam, Kali Kedung Mundu, Kali Bajak, and Kali Candi, before discharging into the Java Sea. On March 13, 2024, flooding occurred in Semarang due to operational constraints, channel blockages caused by waste accumulation, and reduced channel capacity due to material buildup along the banks, exacerbated by extreme rainfall exceeding 150 mm/day and high tides. This study aims to assess channel capacity and improve operational decision-making for the Pucang Gading Dam to enhance flood control performance and ensure community safety. Hydraulic simulations were performed using HEC-RAS version 6.2, incorporating upstream flood hydrographs and downstream tidal boundary conditions from Tanjung Mas Port. The study yielded a peak discharge of 608 m3/s, a channel capacity with freeboard of 365 m3/s (equivalent to Q25), and a maximum channel capacity discharge of 526 m3/s. Overflow was observed in all scenarios analyzed, with overflow depths ranging from 5 to 40 cm . To optimize the operation of the Pucang Gading Dam, it is crucial to regulate  inflow to the Eastern Flood Canal while accounting for lateral inflows from tributaries. Additionally, raising parapets by approximately 15–40 cm in strategic locations and preventing material accumulation along the channel banks is recommended. This study demonstrates the effectiveness of HEC-RAS in assessing channel capacity and formulating practical flood mitigation strategies.