Rokok elektrik atau vape semakin populer sebagai alternatif rokok konvensional, khususnya di kalangan mahasiswa. Meskipun dianggap lebih aman, berbagai penelitian menunjukkan bahwa vape tetap mengandung senyawa berbahaya yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti inflamasi saluran pernapasan dan ketergantungan nikotin. Tingginya prevalensi pengguna vape di Indonesia menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjangnya, terutama di tengah minimnya pemahaman masyarakat terhadap risiko yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penggunaan rokok elektrik oleh Mahasiswa Teknologi Pangan di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode purposive sampling dengan melibatkan lima mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan di Universitas Pendidikan Indonesia yang merupakan pengguna rokok elektrik. Data dikumpulkan melalui kuesioner online berisi pertanyaan terbuka berbasis kerangka Health Belief Model, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola persepsi terhadap risiko kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pengguna rokok elektrik memiliki persepsi yang beragam terkait aspek keamanan, ketergantungan, dan risiko kesehatan. Motivasi penggunaan umumnya didorong oleh faktor psikologis dan sosial, meskipun terdapat ambivalensi antara kesadaran risiko dan kenyamanan dalam penggunaannya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi berkelanjutan dan kebijakan pengendalian yang berbasis bukti untuk meningkatkan kesadaran risiko dan mengurangi penggunaan rokok elektrik di kalangan mahasiswa.