Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan pada satuan Pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan yang sederajat mengharuskan untuk melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tim P5 satuan Pendidikan, dalam hal ini SMP GKST Poso, mengalami kendala teknis dalam implementasi pelaksanaan P5. Sementara itu, air kelapa sebagai limbah usaha penggilingan kelapa, usaha penjualan santan kelapa dan usaha kopra belum dimanfaatkan. Air kelapa tersebut hanya dibuang begitu saja. Padahal limbah air kelapa dapat diolah dan digunakan sebagai pupuk bagi tanaman. Penggunaan limbah air kelapa sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic cair (POC) digunakan sebagai salah satu implementasi pelaksanaan P5 di SMP GKST Poso, khususnya tema 1 tentang gaya hidup berkelanjutan dan tema 6 tentang berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI. Karena itu, telah dilakukan kegiatan dalam bentuk ceramah, pelatihan dan pendampingan pembuatan POC limbah air kelapa. Ceramah telah dilakukan oleh Tim Pelaksana yang dihadiri oleh siswa-siswi SMP GKST Poso kelas VIII dan Wakil Kepala. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM menunjukkan bahwa (1) kegiatan pelatihan pembuatan POC limbah air kelapa meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi SMP GKST Poso kelas VIII dari tidak tahu atau agak tahu menjadi tahu dan sangat tahu; (2) kegiatan demonstrasi cara pembuatan POC limbah air kelapa menjadikan siswa dan siswi SMP GKST Poso kelas VIII mengetahui alat dan bahan serta cara pembuatannya; (3) kegiatan pendampingan pembuatan POC limbah air kelapa menjadikan siswa dan siswi SMP GKST Poso kelas VIII dapat menerapkan cara pembuatannya dengan baik, benar dan tepat; dan (4) hasil kegiatan pelatihan pendampingan pembuatan POC limbah air kelapa adalah bukti karya pelaksanaan P5 bagi siswa dan siswi SMP GKST Poso kelas VIII, khususnya tema 1 tentang gaya hidup berkelanjutan dan tema 6 tentang berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI.