Kesehatan mental remaja di Yogyakarta semakin mengkhawatirkan seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan sosial, dan perubahan pola hidup yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis melalui faktor seperti efikasi diri dan durasi tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak program promosi kesehatan mental terhadap kesehatan mental remaja, dengan menyoroti peran mediasi efikasi diri dan durasi tidur pada siswa SMP di Yogyakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Form yang mengukur partisipasi siswa dalam program promosi kesehatan mental, tingkat efikasi diri, durasi tidur, serta kondisi kesehatan mental. Pengambilan data dilakukan pada Desember 2024 terhadap 200 siswa dari 49 SMP yang dipilih secara purposive dan proporsional, berusia 12–17 tahun dan pernah mengikuti program kesehatan mental di sekolah. Analisis data menggunakan SEM-PLS untuk menguji hubungan antarvariabel serta memastikan validitas dan reliabilitas model. Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental remaja (t-statistik 5,546; p-value 0,000), sehingga hipotesis terkait efikasi diri diterima. Sebaliknya, durasi tidur tidak berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental (p-value 0,530), sehingga hipotesis ini ditolak. Temuan ini menegaskan bahwa program promosi kesehatan mental di sekolah perlu berfokus pada penguatan efikasi diri melalui pelatihan manajemen stres dan regulasi emosional. Meskipun tidak berpengaruh langsung, durasi tidur tetap penting bagi kesejahteraan umum remaja dan perlu tetap menjadi bagian dari kebijakan pendukung.