Pulau Lombok sebagai salah satu zona pelestarian di Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah serta peran penting dalam kelestarian lingkungan, baik dari segi flora dan fauna. Adanya aktivitas penggundulan hutan, pertambangan, pariwisata, pembangunan, dan aktivitas manusia lainnya memberikan ancaman terhadap keberagaman dan kemelimpahan ekosistem. Capung sendiri merupakan serangga yang memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan lingkungan dan dapat ditemui diberbagai tempat, seperti misalnya Pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman capung di Pulau Lombok, pola sebaran, kemelimpahan, dan keinginan untuk menentukan kondisi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek garis di sepanjang jalur pengamatan dan metode visual day Flying . Hasil analisis faktor fisik-kimia sungai menunjukkan bahwa sungai di Pulau Lombok memenuhi standar kualitas baku air. Penelitian ini berhasil mendapatkan indeks keanekaragaman capung di Pulau Lombok, yaitu 2.67 termasuk ke dalam kategori sedang. Pola sebaran capung 1.03 termasuk kategori mengelompok. Kelimpahan capung tertinggi di Pulau Lombok dimiliki oleh capung Euphaea lara Lombockensis dengan persentase 16.79% kategori dominan, sedangkan pemahaman terendahnya dimiliki oleh capung Tramea eurybia, Tholymis Tillarga, dan Orthetrum testaceum soembanum dengan persentase 0.25% kategori tidak dominan. Penelitian ini membuktikan bahwa kondisi sungai di Pulau Lombok masih mendukung keberlangsungan kehidupan organisme udara dibuktikan dengan ditemukannya capung di lingkungan perairan. Namun perbedaan kondisi lingkungan mempunyai pengaruh terhadap keanekaragaman, pola sebaran, dan kemelimpahan capung.