Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Reaksi Kusta: Tinjauan Terhadap Reaksi Tipe 1 dan Tipe 2 pada Pasien Kusta Astiningtyas, Widya Ayu; Wilanti, Nesa Wike; Setiasih, Nenden Lilis
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 2 (2025): J-BIKES NOVEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i2.144

Abstract

Kusta masih menjadi masalah kesehatan global karena dapat menimbulkan reaksi imunologis akut yang menyebabkan kerusakan saraf dan kecacatan permanen. WHO pada 2024 melaporkan 172.717 kasus baru di 188 negara, termasuk Indonesia yang masih menjadi salah satu dari tiga negara dengan kasus tertinggi di dunia. Tinjauan literatur dilakukan melalui PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci “kusta”, “leprosy”, “reaksi kusta”, dan istilah terkait lainnya, mencakup publikasi berbahasa Indonesia dan Inggris tahun 2019–2025 yang relevan dengan faktor risiko reaksi tipe 1 dan tipe 2 pada pasien kusta. Hasil menunjukkan bahwa reaksi tipe 2 lebih sering terjadi pada pasien multibasiler dengan indeks bakteri ≥4+, ditandai dengan dominasi imunitas humoral dan pembentukan kompleks imun. Sementara reaksi tipe 1 lebih banyak ditemukan pada spektrum borderline akibat ketidakstabilan imunitas seluler. Faktor risiko internal meliputi bentuk klinis, BI tinggi, usia, jenis kelamin, genetik, kehamilan, serta defisiensi nutrisi, sementara faktor eksternal meliputi stres, infeksi penyerta, terapi MDT, dan stimulasi imun dari vaksinasi. Deteksi dini dan pengawasan faktor risiko sangat penting untuk mencegah reaksi berulang dan kecacatan pada pasien kusta.
BLEEDING NEUROFIBROMA AS A MANIFESTATION OF NF1-ASSOCIATED VASCULOPATHY WITH CONCOMITANT GASTROINTESTINAL STROMAL TUMOR : A RARE CASE REPORT Gonga, Audrey Aprilia; Wilanti, Nesa Wike; Caroline, Devy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54486

Abstract

Neurofibromatosis tipe 1 (NF1) merupakan kelainan genetik autosomal dominan yang ditandai oleh manifestasi multisistem, termasuk predisposisi terhadap tumor dan kelainan vaskular. Salah satu komplikasi yang jarang dilaporkan adalah perdarahan aktif dari neurofibroma kutan akibat vasculopathy yang terkait dengan NF1. Gastrointestinal stromal tumor (GIST) juga memiliki hubungan erat dengan NF1, terutama muncul di usus halus, bersifat multifokal, dan sering kali tidak menunjukkan mutasi KIT maupun PDGFRA. Laporan kasus ini mendeskripsikan seorang perempuan berusia 53 tahun dengan riwayat NF1 yang datang ke unit gawat darurat dengan anemia akut akibat perdarahan aktif dari neurofibroma ulseratif di regio gluteal, serta riwayat GIST berisiko tinggi yang sebelumnya telah direseksi. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda khas NF1 berupa café-au-lait macules, neurofibroma multipel, dan nodul Lisch. Pemeriksaan laboratorium mengungkapkan hemoglobin 5,2 g/dL dengan leukositosis, sedangkan pencitraan abdomen menunjukkan massa mesenterik besar yang sesuai dengan GIST. Penatalaksanaan meliputi transfusi darah, perawatan luka lokal, serta terapi suportif, dengan perbaikan klinis meskipun pasien menolak tindakan eksisi lebih lanjut. Kasus ini menyoroti peran vasculopathy NF1 dalam meningkatkan fragilitas vaskular neurofibroma sehingga memicu perdarahan signifikan, serta kompleksitas prognosis pada pasien dengan kombinasi NF1 dan GIST.