G1P0A0 Usia Kehamilan 37 minggu 2 hari dengan varicella: laporan kasus. Pasien usia 25 tahun G1P0A0 hamil 37 minggu 2 hari datang ke igd Rumah Sakit Dr. Sayidiman Magetan diantar keluarga dengan keluhan perut kenceng-kenceng sejak jam 01.00 wib tanggal 08 Maret 2025 dan sudah keluar lendir darah tetapi tidak ada cairan yang keluar dari jalan lahir. Pasien juga mengeluhkan demam sejak 07 Maret 2025 dan muncul cacar air sejak 06 maret 2025. Pasien menyatakan bahwa suaminya terkena herpes pada 2 minggu lalu (28/02/2025) dan sempat kontak dengan suaminya dan pasien sebelumnya belum pernah mengalami cacar air. Tanda vital tekanan darah 125/75 mmhg, nadi 100x/menit, spo2 99% airroom, frekuensi nafas 20x/menit. pada pemeriksaan status lokalis pasien terdapat multiple vesikel dasar eritem pada kepala, leher, abdomen, ekstremitas superior maupun inferior. pada pemeriksaan obstetric tinggi fundus uteri 29 cm, taksiran berat janin 2635 gram, denyut jantung janin 141x/menit, his 3-4x dalam 10 menit lama 10-15 detik. Pada pemeriksaan dalam yaitu vaginal touche vulva vagina dalam batas normal, bloodslym (+) portio pembukaan 4 cm, efficement 25 %, posisi posterior, konsistensi firm, stasion -3, denominator tidak dapat di nilai, kepnurunan kepala hodge I, bishop score 4. Diagnosis pada kasus ini yaitu G1P0A0 hamil 37 minggu 2 hari usia 25 tahun dengan Varicella Janin Tunggal Hidup Intrauterine Inpartu kala I fase aktif. Tatalaksana yang didapatkan oleh pasien, yaitu evaluasi pembukaan, cek vital sign secara berkala, dan indikasi rawat inap yang diberikan IVFD Ringer laktat 20 tpm, paracetamol 1 g intravena setiap 8 jam, serta terapi antivirus menggunakan acyclovir 800 mg per oral lima kali sehari selama 7 hari. Selain itu, diberikan terapi topikal berupa gentamicin krim yang dioleskan dua kali sehari pada area lesi. Prognosis pada pasien dubia ad bonam. Kejadian varicella kehamilan pada pasien ini disebabkan karena kontak langsung dengan suaminya yang menderita herpes zoster. Varicella dalam kehamilan mempunyai risiko dan komplikasi maternal fetal yang cukup serius. Pencegahan bisa diberikan vaksinasi setelah persalinan.