ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan perilaku aman pada anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner tertutup berbasis Google Forms, dan wawancara. Partisipan penelitian merupakan anggota aktif PMR. Instrumen penelitian terdiri dari lima pertanyaan pengetahuan K3 berbentuk benar–salah serta lima pernyataan perilaku aman menggunakan skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan K3 anggota PMR tergolong baik hingga sangat baik. Seluruh responden (100%) mampu menjawab dengan benar pertanyaan terkait tujuan utama K3 di sekolah dan tindakan pertama setelah terjadi kecelakaan. Sebagian besar responden juga memahami penggunaan alat pelindung diri saat menangani luka berdarah (90,9%) serta penempatan kotak P3K yang mudah diakses (96,9%). Namun demikian, perilaku aman belum sepenuhnya konsisten, terutama dalam penggunaan sarung tangan saat menangani luka, sebagian besar responden masih bersikap netral (63,6%). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan K3 yang baik belum selalu diikuti oleh penerapan perilaku aman secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembiasaan praktik, pengawasan pembina, serta dukungan sarana prasarana untuk meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Keselamatan dan kesehatan kerja, perilaku aman, PMR ABSTRACT Safe behavior is an important aspect of Occupational Safety and Health (OSH) implementation, particularly for Youth Red Cross (PMR) members who are often involved in first aid and health-related activities in schools. Understanding and applying safe behavior is essential to prevent accidents and reduce injury risks. This study aims to examine the relationship between the level of OSH knowledge and safe behavior among PMR members in senior high schools. The research used a qualitative approach with data collection techniques including observation, closed-ended questionnaires distributed through Google Forms, and interviews. The participants were active PMR members. The research instrument consisted of five true–false questions measuring OSH knowledge and five statements measuring safe behavior using a Likert scale. Data were analyzed descriptively by calculating frequencies and percentages. The results showed that the level of OSH knowledge among respondents was categorized as good to very good. All respondents (100%) correctly answered questions related to the main objectives of OSH and the first action after an accident. However, safe behavior was not fully consistent, particularly in the use of gloves when handling injuries. In conclusion, good OSH knowledge does not always guarantee consistent safe behavior, therefore strengthening practice and supervision is necessary to improve safety culture in schools. Keywords: Occupational Safety, Safe Behavior, PMR