Kehadiran BPA sebagai pengganggu endokrin dalam kehidupan manusia telah memberikan dampak negatif terutama pada kondisi kesehatan. Upaya untuk menemukan bahan alami yang murah, aman dan efektif untuk mengobati penyakit akibat toksisitas BPA menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemberian ekstrak etanol daun bosibosi ( Timonius flavescens (Jacq.) Baker) terhadap jumlah folikel ovarium tikus putih (Rattus norvegicus) yang menginduksi BPA. Adapun parameter yang diamati yaitu berat badan, berat organ ovarium, rasio berat ovarium, jumlah folikel primer dan folikel sekunder. Tikus dibagian menjadi menjadi 6 kelompok (1 kelompok terdiri dari 6 ekor tikus). Kelompok I tikus hanya diberi pakan dan minum. Kelompok II, diberi 0,5 ml minyak jagung. Kelompok III, diberi BPA 50 mg/kg/hari. Kelompok IV, diberi BPA 50 mg/kg/hari+EEDB 225 mg/kg/hari. Kelompok V, diberi BPA 50 mg/kg/hari+EEDB 250 mg/kg/hari. Kelompok VI, diberi BPA 50 mg/kg/hari+EEDB 500 mg/kg/hari. Pemberian perlakuan dilakukan secara lisan selama 30 hari. Hasil analisis Uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) terhadap berat badan. Pada berat organ dan rasio berat organ tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05). Namun pemberian BPA dan esktrak etanol daun bosibosi berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap jumlah folikel primer dan folikel sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bosibosi memelihara jumlah folikel primer dan folikel sekunder pada ovarium.Kata kunci: Bisfenol A; ekstrak etanol daun bosibosi; folikel primer; folikel Sekunder