Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengalaman Self-Compassion untuk Mempertahankan Personal Branding di Media Sosial Elvira Wulandri Asad; Tresna Wiwitan
Jurnal Riset Public Relations Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v5i2.8994

Abstract

Abstrak. Fenomena maraknya penggunaan media sosial, khususnya Instagram, telah melahirkan generasi influencer muda yang rentan terhadap kritik dan tekanan sosial. Dalam konteks komunikasi digital yang cepat dan terbuka, para influencer menghadapi ekspektasi audiens yang tinggi, tuntutan untuk tampil sempurna, serta komentar negatif yang memengaruhi persepsi diri influencer. Penelitian ini mengkaji: (1) pengalaman influencer Gen Z mengelola kritik atau tekanan sosial; (2) makna personal branding bagi mereka; dan (3) peran self-compassion dalam proses mempertahankan branding tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga influencer Gen Z, didukung triangulasi sumber dari followers dan seorang pakar komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik yang diterima berkaitan dengan fisik, konten, dan citra ideal. Komunikasi intrapersonal menjadi ruang refleksi bagi influencer Gen Z dalam merespons tekanan, didukung oleh self-compassion yang terwujud melalui sikap menerima diri, mengelola emosi secara sadar, dan menyadari bahwa tekanan adalah bagian dari dinamika kehidupan digital. Citra diri atau personal branding dipahami sebagai proses strategis melalui visual, narasi, dan interaksi konsisten. Citra atau branding bukan sekadar tampilan, melainkan hasil negosiasi antara diri yang autentik dan citra yang ingin ditampilkan. Self-compassion menjadi fondasi penting untuk membangun komunikasi intrapersonal dan citra digital yang sehat dan bermakna. Abstract. The phenomenon of widespread use of social media, especially Instagram, has given rise to a generation of young influencers who are vulnerable to criticsm and social pressure. In the fast-paced digital era, influencers face high audience expectations, demands to look perfect, and negative comments that affect their self-perception. This study examines: (1) Gen Z influencers' experiences in managing social pressure; (2) their understanding of personal branding; and (3) the role of self-compassion in maintaining that branding. Using a qualitative approach with phenomenological methods, data were collected through in-depth interviews with three Gen Z influencers, plus triangulation from followers and a digital communication expert. The findings show that the criticism often targets physical appearance, content, and idealized image. Intrapersonal communication becomes a reflection space, while self-compassion expressed through self-acceptance, emotional awareness, and understanding pressure as part of the digital life. Personal branding is understood as a strategic process through visuals, narratives, and consistent interactions. Branding is not just an appearance, but the result of negotiation between the authentic self and the image that wants to be displayed. Self-compassion is an important foundation for building healthy and meaningful intrapersonal communication and digital images.