Brainda Octacecillya Syafrina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Lebih dari Sekadar Vaksin: Pentingnya Edukasi Pemilik Hewan di Indonesia Tentang Nilai Pengobatan Preventif Brainda Octacecillya Syafrina; Eirenne Pridari Sinsya Dewi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.125

Abstract

Tren pemeliharaan hewan kesayangan di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan. Namun, sebagian besar pemilik hewan masih belum memahami praktik perawatan yang tepat akibat keterbatasan pengetahuan mengenai pemeliharaan yang benar. Banyak pemilik beranggapan bahwa vaksinasi merupakan satu-satunya tindakan proteksi yang diperlukan, sehingga pilar-pilar kesehatan lain yang juga penting bagi kesejahteraan jangka panjang kerap terabaikan. Artikel ini bertujuan untuk mendefinisikan kembali konsep pengobatan preventif secara komprehensif serta menyoroti peran sentral edukasi oleh dokter hewan dalam mengubah persepsi pemilik hewan di Indonesia. Pembahasan difokuskan pada empat pilar utama pengobatan preventif, yaitu pemeriksaan kesehatan rutin (regular check-up), perawatan gigi, kontrol parasit, dan nutrisi seimbang. Selain itu, artikel ini juga menganalisis pentingnya peran dokter hewan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesejahteraan hewan (animal welfare). Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui pengumpulan, evaluasi, dan sintesis berbagai karya ilmiah yang telah dipublikasikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai bentuk pengobatan preventif selain vaksinasi merupakan investasi kesehatan yang mampu menurunkan risiko penyakit serius serta memperpanjang usia hidup hewan. Dokter hewan juga memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan paradigma pemilik hewan dari pendekatan reaktif menuju pendekatan kesehatan yang lebih proaktif.