Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang dapat terjadi pada wanita setelah masa pubertas, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kasus masih terdeteksi pada stadium lanjut, padahal angka kematian dapat ditekan melalui deteksi dini. Salah satu upaya pencegahan primer adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang sebaiknya dimulai sejak usia remaja atau menarche. Edukasi SADARI diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pre-test post-test yang dilaksanakan di SMAN 2 Kota Jambi tahun 2025 dengan 30 responden, menggunakan teknik Proportionate Stratified Sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah pemberian paket edukasi SADARI, dengan 27 responden (90%) berada pada kategori pengetahuan baik dibandingkan sebelumnya seluruh responden (100%) berada pada kategori kurang (p = 0,001; p < 0,05). Sikap responden juga meningkat, di mana 25 responden (83,3%) menunjukkan sikap positif setelah edukasi dibandingkan kondisi awal yang didominasi sikap negatif (p = 0,001; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa paket edukasi SADARI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri. Responden diharapkan dapat melakukan SADARI secara rutin dan benar, sekolah disarankan mendukung edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan, dan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih interaktif.