Financial Distress adalah kondisi ketidak mampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya yang dapat mengarah pada kebangkrutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh Corporate Social Responsibility, Leverage dan Operating Capacity terhadap Financial Distress pada Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tahun 2019-2023. Pengukuran variabel CSR dilakukan melalui Indeks pengungkapan yang merujuk pada standar Global reporting Initiative (GRI), leverage dihitung menggunakan rasio debt to asset, dan operating capacity diukur menggunakan dari rasio penjualan terhadap asset tetap. Financial distress diukur menggunakan pendekatan Altman Z-Score. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan sekunder yang diperoleh melalui daru situs resmi Indonesian Stock Exchange (IDX) yang diperoleh melaui situs web (www.idx.co.id).Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 24. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa Corporate Social Responcibility (CSR) Tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress, dengan nilai signifikansi sebesar 0,118 dapat disimpulkan H1 Ditolak. Hasil analisis menunjukkan leverage memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Financial Distress, dengan tingkat signifikansinya sebesar 0,000 dapat disimpulkan H2 Diterima. Operating Capacity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Distress, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dapat disimpulkan H3 Diterima.