Wulan Rahmasari, Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pemanfaatan Multimedia Audiovisual dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligence untuk Siswa Kelas 5 Wulan Rahmasari, Dwi; Rusmiati Aliyyah, Rusi
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v10i1.1414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pemanfaatan Multimedia Audiovisual dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligence pada Sistem Pernapasan di Kelas 5 UPT SD Negeri Ngembul 03. Subjek penelitian adalah 13 siswa Kelas 5, di UPT SD Negeri Ngembul 03 Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan pembelajaran diferensiasi dengan multimedia dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan hasil belajar murid. Pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan laptop, chromebook sekolah dan Interactive Flat Panel (IFP) yang digunakan untuk mengakses video pembelajaran, LKPD Digital, presentasi, Bahan ajar komik animasi, dan evaluasi pembelajaran melalui aplikasi quiziz. Penerapan Multiple Intelligence digunakan oleh guru untuk menentukan media dan produk yang dihasilkan agar sesuai dengan profil kesiapan belajar siswa meliputi kelompok mahir, kelompok cakap, kelompok perlu bimbingan. Pembelajaran diawali dengan orientasi siswa pada masalah dan memberikan pertanyaan memancing rasa ingin tahun dan berpikir kritis siswa, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan, mengembangkan dan menyajikan hasil diskusi, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dalam menggunakan multimedia, keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 70 menjadi 84. Siswa terlihat lebih antusias dan mampu menjelaskan proses pernapasan manusia secara lebih jelas. Dengan demikian, pemanfaatan Multimedia audiovisual berbasis multiple intelligence dalam model PBL efektif meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap konsep sistem pernapasan manusia.
Penerapan Model Inquiri Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Siswa Kelas 5 Wulan Rahmasari, Dwi; Ngurah Laba Laksana, Dek
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 10 No 3 (2026): Volume 10, Nomor 3, Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v10i3.1559

Abstract

Tujuan pengembangan dan pelaksanaan Model Pembelajaran Inquiry Learning adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di UPT SD Negeri Ngembul 03 pada materi sistem peredaran darah manusia. Model pembelajaran ini dipilih karena mampu mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, serta berpikir kritis dalam proses pembelajaran. Prosedur pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam tiga kali pertemuan dengan menerapkan sintak model Inquiry Learning secara sistematis. Sintak tersebut diawali dengan tahap orientasi untuk membangun kesiapan belajar siswa, kemudian dilanjutkan dengan merumuskan masalah yang berkaitan dengan sistem peredaran darah manusia. Setelah itu siswa mengumpulkan data melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan pencarian informasi dari berbagai sumber belajar. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis untuk menguji hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. Tahap akhir dari pembelajaran adalah menarik kesimpulan berdasarkan hasil diskusi dan pembuktian yang telah dilakukan siswa. Hasil pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa model Inquiry Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V. Peningkatan tersebut terjadi karena siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mampu bekerja sama dalam kelompok, serta terdorong untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri. Tindak lanjut dari pelaksanaan pembelajaran ke depannya adalah mengoptimalkan penggunaan model ini dengan dipadukan pembelajaran berdiferensiasi agar kebutuhan belajar setiap siswa dapat terfasilitasi secara lebih maksimal.