ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan kosakata anak usia 4 - 6 tahun melalui pemanfaatan dongeng, dengan fokus pada aspek utama yaitu kosakata. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dasar teori interaksionis dari Vygotsky. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap dua belas anak usia 4 - 6 tahun di lingkungan pendidikan anak usia dini tepatnya di Kiddos Smart Learning Center. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dongeng berperan penting dalam memperkaya kosakata anak, terutama kosakata kerja, kosakata sifat, kosakata benda dan konsep emosional maupun sosial. Berdasarkan teori Vygotsky, dongeng berfungsi sebagai alat mediasi yang membantu anak berada dalam Zone of Proximal Development (ZPD), di mana interaksi sosial dengan pendidik atau orang dewasa mempercepat perkembangan linguistik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan dongeng sebagai metode pembelajaran bahasa yang menyenangkan, reflektif, dan bermakna untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara alami dan kontekstual. ABSTRACT This study aims to describe the vocabulary acquisition of children aged 4 - 6 years through the use of folktale, with a focus on vocabulary acquisition as the primary aspect. A qualitative descriptive approach was used, grounded in Vygotsky’s interactionist theory. Data were collected through observation and interviews involving twelve children aged 4 - 6 years at an early childhood education center, specifically at Kiddos Smart Learning Center. The findings indicate that folktale plays a significant role in enriching children's vocabulary, particularly action words/ verbs, adjectives, nouns and emotional as well as social concepts. Based on Vygotsky’s theory, storytelling functions as a mediational tool that helps children operate within the Zone of Proximal Development (ZPD), where social interaction with educators or adults accelerates linguistic development. This study recommends storytelling as a fun, reflective, and meaningful language learning method to support children's natural and contextual language development.