Anak usia prasekolah (3-6 tahun) berada pada masa penting perkembangan, termasuk motorik kasar dan motorik halus. Pada tahap ini, anak membutuhkan stimulasi yang tepat agar kemampuan motoriknya berkembang optimal. Namun dalam kenyataannya, masih banyak anak prasekolah yang menunjukkan keterlambatan perkembangan motorik karena kurangnya stimulasi yang sesuai, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan anak dalam aktivitas sehari-hari serta kesiapan belajar di tahap selanjutnya. Berbagai bentuk stimulasi seperti terapi bermain misalnya puzzle dan kids yoga telah dilaporkan dapat meningkatkan kemampuan motorik anak, tetapi efektivitasnya perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian berbasis literatur. Oleh karena itu, penting dilakukan telaah untuk mengetahui sejauh mana stimulasi melalui terapi bermain mampu mengembangkan motorik kasar dan motorik halus pada anak prasekolah (Hidayat, 2012). Tujuan: untuk mengetahui perkembangan motoric halus dan kasar pada anak usia prasekolah. Pencarian literatur dilakukan secara literatur pada beberapa database yaitu Google Scholar, Researchgate, Garuda Portal, dan Neliti. Dengan menggunakan pencarian literature untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2018-2025. Hasil: Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan, puzzle efektif meningkatkan motorik halus, sedangkan kids yoga dan intervensi motorik efektif meningkatkan motorik kasar. Semua artikel mendukung bahwa stimulasi bermain yang terstruktur dan menyenangkan sangat berperan dalam optimalisasi tumbuh kembang anak prasekolah