Keselamatan kerja merupakan aspek krusial dalam proyek konstruksi, khususnya pada pekerjaan berisiko tinggi seperti flyover dan penggunaan material geofoam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada pekerjaan geofoam STA 150+200 dan flyover STA 161+650 pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi 4. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada kontraktor, konsultan pengawas, dan pihak BUMN/HKI, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen SMKK, Construction Safety Analysis (CSA), serta literatur pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT dengan penyusunan matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan posisi strategi penerapan SMKK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategi berada pada Kuadran II (Weakness–Opportunities) dengan nilai strategi WO sebesar 7,016, yang mengindikasikan bahwa penerapan SMKK masih memiliki kelemahan internal namun didukung oleh peluang eksternal yang besar. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan adalah meningkatkan efektivitas SMKK dengan memanfaatkan peluang eksternal melalui penguatan pengawasan K3, peningkatan kompetensi pekerja, optimalisasi SOP, serta penerapan mitigasi risiko yang lebih komprehensif pada pekerjaan geofoam dan flyover. Penerapan strategi ini diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan proyek konstruksi.