Nada Adilah Sulistiawati Satho
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN POSTPRANDIAL SEBAGAI PREDIKTOR RISIKO DIABETES MELITUS PADAKELOMPOK USIA PRODUKTIF 15-59 TAHUN DI PUSKESMAS MOWEWE Satriani Syarif; Armayani; Nada Adilah Sulistiawati Satho
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1421

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang semakin meningkat dan menjadi masalah kesehatan global. Deteksi dini melalui pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) dan glukosa darah 2 jam postprandial (GD2PP) sangat penting, terutama pada kelompok usia produktif yang memiliki risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara GDP dan GD2PP sebagai prediktor risiko diabetes melitus, serta melihat hubungan kategori kadar glukosa darah dengan risiko diabetes pada usia produktif di Puskesmas Mowewe.   Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 responden dari populasi 50 orang usia produktif, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan GDP dan GD2PP menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s rho untuk melihat hubungan antar variabel numerik dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan kategori kadar glukosa dengan tingkat risiko diabetes.   Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara GDP dan GD2PP (r = 0,884; p = 0,000). Artinya, semakin tinggi kadar glukosa darah puasa  seseorang,  maka  semakin  tinggi  pula  kadar  glukosa  darah  2  jam  postprandial  dan meningkat pula risiko diabetes melitus.   Selain itu, hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kategori kadar glukosa darah dengan risiko diabetes melitus (p = 0.000), yang berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kadar gula darah dengan risiko diabetes.   Kesimpulannya, GDP dan GD2PP memiliki keterkaitan erat dan dapat digunakan sebagai prediktor risiko diabetes melitus pada usia produktif. Saran dari penelitian ini adalah agar masyarakat usia produktif melakukan pemeriksaan glukosa darah secara rutin, dan pihak Puskesmas meningkatkan program skrining dini sebagai upaya pencegahan diabetes melitus.