Abstrak. Podcast kini menjadi salah satu medium komunikasi digital paling dominan dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya siniar identik dengan konten audio, kini banyak kreator yang mengadopsi format video podcast yang ditayangkan melalui platform seperti YouTube. Siniar GoodTalk, yang menayangkan episode-episode mereka dalam bentuk video di YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk mengaudit pada siniar GoodTalk dengan kesesuaian pada pembahasan ke-Indonesiaan, kelokalan, dan kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan analisis isi deskriptif. Penelitian ini memberikan kebaruan berdasarkan objeknya, yaitu mengenai siniar yang diunggah melalui Youtube dengan tema ciri khas dari siniar GoodTalk. Penerapan audit komunikasi yang pada produk new media (siniar) menjadi sesuatu yang baru, untuk menilai konsistensi pada tema dari siniar GoodTalk. Hasil penelitian ini adalah pada topik ke-Indonesiaan yang dijelaskan oleh Didiet Maulana, membahas tantangan dalam membangun dan mempertahankan brand lokal di Indonesia. Agus Mulyadi berpendapat mengenai ketidaksetujuannya dengan anggapan bahwa minat baca orang Indonesia rendah. Pada topik kelokalan Didiet Maulana mengungkapkan dukungannya terhadap pengrajin lokal. Bagi Bagoes Kresnawan lebih memilih pasar tradisional, Jogja bisa kehilangan identitasnya jika semua pasar dibangun seperti mall. Paksi Raras Alit berpendapat mengenai fenomena menarik anak muda mulai kembali tertarik pada budaya lokal mereka, termasuk budaya Jawa. Pada topik kebudayaan Didiet menyoroti pentingnya kebijakan yang mendukung pelestarian budaya, seperti penggunaan wastra tradisional di lingkungan kerja. Paksi Raras Alit berpendapat bahwa pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan lokal Jawa dapat menjadi jawaban atas permasalahan kehidupan modern.Abstract. Podcasts have recently emerged as a dominant digital communication medium. Following this trend, many creators are now adopting the video podcast format, often broadcasting their content on platforms like YouTube, with the GoodTalk podcast serving as a prime example. This research conducted a communication audit on the GoodTalk podcast, specifically assessing the consistency of its discussions across three core themes: Indonesian identity, locality, and culture. The study employed a qualitative method using a descriptive content analysis approach. The novelty of this research lies in its unique object: applying a formal communication audit methodology to a new media product a podcast uploaded to YouTube focused on these specific thematic characteristics. The research findings revealed specific insights and thematic consistency: Indonesian Identity: Guests like Didiet Maulana discussed the challenges of building and maintaining local brands, while Agus Mulyadi challenged the notion of low Indonesian reading interest. Locality: Didiet Maulana expressed support for local artisans. Bagoes Kresnawan advocated for traditional markets, warning that excessive commercialization (like building malls) could lead to Jogja losing its identity. Paksi Raras Alit highlighted the interesting phenomenon of young people regaining interest in local cultures, particularly Javanese culture. Culture: Didiet underscored the importance of cultural preservation policies, such as mandating the use of traditional textiles (wastra) in workplaces. Paksi Raras Alit argued that the values inherent in local Javanese culture could provide answers to modern life's problems.