Abstrak. Desa Wisata Hanjeli adalah eduwisata pertama di Indonesia yang berfokus pada pangan local berbasis hanjeli yang saat ini telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Desa Wisata ini dikelola oleh mantan buruh TKI/TKW. Berdasarkan fenomena tersebut, permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana pengelola Desa Wisata Hanjeli mengidentifikasi audiens dan merancang strategi komunikasi pemasarannya? (2) Bagaimana pengelola Desa Wisata Hanjeli merancang pesan pemasaran mereka, apa saja yang ingin disampaikan melalui pesan tersebut? (3) Mengapa media sosial Instagram dipilih dan digunakan dalam komunikasi pemasaran Desa Wisata Hanjeli?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara bersama founder Desa Wisata Hanjeli dan tim publikasi, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan segmentasi pasar dari desa wisata ini adalah wisatawan luar wilayah Sukabumi. Komunikasi pemasaran Desa Wisata Hanjeli menggunakan kombinasi media online dan offline dengan mengkombinasikan pesan yang bersifat emosional dan rasional. Instagram dipilih sebagai media online yang dapat menjangkau audiens lebih luas serta dapat menampilkan konten visual yang menarik minat audiens. Word of mouth berperan penting juga dalam membangun kepercayaan serta memperluas jaringan melalui rekomendasi langsung antar pengunjung. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang berbasis media sosial dan relasi personal dapat meningkatkan kesadaran akan potensi wisata lokal. Abstract. Hanjeli Tourism Village is teh first educational tourism destination in Indonesia that focuses on local food based on hanjeli, which has now successfully received an award from the Indonesian Ministry of Tourism and Creative Economy. This tourism village is managed by former migrant workers. Based on this phenomenon, the research questions are formulated as follows: (1) How do the managers of Hanjeli Tourism Village identify their audience and design their marketing communication strategies? (2) How do the managers of Hanjeli Tourism Village design their marketing messages, and what do they aim to convey through these messages? (3) Why was Instagram chosen and used as the primary social media platform for Hanjeli Tourism Village's marketing communication? This study employs a qualitative research method with a case study approach. Data was collected through interviews with the founder of Hanjeli Tourism Village and publication team, observations, and documentation. The results of this study indicate that the market segmentation of this tourism village is tourists from outside the Sukabumi region. The marketing communication of Hanjeli Tourism Village combines online and offline media, blending emotional and rational messages. Instagram was chosen as an online medium that can reach a wider audience and display visually appealing content that captures audience interest. Word of mouth also plays a significant role in building trust and expanding networks through direct recommendations among visitors. This study also shows that marketing communication strategies based on social media and personal relationships can increase awareness of local tourism potential.