Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Komunikasi Dakwah Non-Verbal Pada Tradisi Ratib Taji Besi Kesultanan Tidore Siti Nur Alfia A; M. Sakti Garwan; Siroy Kurniawan
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4660

Abstract

Tradisi Ratib Taji Besi di Kesultanan Tidore merupakan sebuah tradisi yang melibatkan serangkaian ritual sakral. Dalam tradisi ini  dipimpin oleh seorang Syech, di mana para peserta melakukan atraksi dengan Alwan (bilah besi) sambil melantunkan zikir dan tarian sufi. Penelitian ini merupakan analisis komunikasi dakwah non-verbal yang berfokus pada simbolisme gerakan tubuh dan penggunaan alat-alat ritual dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat Tidore. Penelitian ini dalam Persiapan spiritual seperti mengambil air wudhu dan berjalan jongkok menuju Syech menunjukkan kesucian dan penghormatan. Gerakan mengusapkan Alwan dari pundak kanan ke atas kepala dan turun ke pundak kiri melambangkan penyucian diri. Atraksi menikamkan Alwan ke dada dan paha, disertai dengan tarian, menggambarkan keberanian dan keyakinan pada perlindungan Ilahi. Musik rebana yang mengiringi ritual menambah dimensi auditori dalam komunikasi non-verbal, menciptakan suasana sakral dan mendukung pelaku mencapai keadaan trance. Asap kemenyan juga berfungsi sebagai simbol penyucian dan penghubung antara dunia fisik dan spiritual. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa komunikasi non- verbal dalam tradisi Ratib Taji Besi tidak hanya memperkuat pesan religius tetapi juga membangun pengalaman spiritual kolektif yang mendalam di antara peserta. Tradisi ini menggambarkan integrasi antara ajaran agama Islam yang berbalut nuansa budaya lokal, selain itu tradisi ini berfungsi sebagai media dakwah yang efektif di masyarakat Kesultanan Tidore.