Ayumaruti, Dewi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Kesehatan Kelompok Disabilitas Kito Rato dalam Perubahan Sikap dan Pengetahuan Terkait Covid-19 : Health Empowerment of Kito Rato's Disability Group in Changing Attitudes and Knowledge Related to Covid-19 Al Syifa, Wina; Fadiah Insani, Hazrina; Ayumaruti, Dewi; Maudina, Shavira; Yanwar Nugroho, Ahmad; Pratomo, Hadi; Rindu Aninda, Ridhaninggar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2441

Abstract

Latar belakang: Hingga saat ini Covid-19 masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mempengaruhi semua orang, tidak terkecuali orang dengan disabilitas menjadi salah satu kelompok yang rentan terdampak. Covid-19 membawa dampak pada segala sektor kehidupan terutama kesehatan. Kito Rato adalah salah satu UMKM kelompok disabilitas yang memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran virus Covid-19. Tujuan: untuk untuk melihat gambaran persepsi, sikap, dan tindakan serta efektivitas edukasi pemberdayaan kesehatan terkait pencegahan Covid-19, vaksinasi dan adaptasi kehidupan baru terhadap kelompok disabilitas UMKM Kito Rato, Tangerang Selatan tahun 2021 Metode: Metode penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah Health Belief Model (HBM), penelitian dilakukan secara online menggunakan aplikasi zoom dan media sosial whatsapp. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan kesehatan terkait Covid-19 ini mampu meningkatkan pengetahuan dan mengubah persepsi serta sikap aktif yang sebelumnya tidak tahu dan peduli tentang Covid-19 dan pencegahannya. Mereka menjadi sadar dan concern, dan persepsi yang salah menjadi benar. Kesimpulan: Melalui pemberdayaan kesehatan yang diberikan anggota kelompok Kito Rato dapat ikut andil secara aktif dalam melakukan pencegahan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjalani vaksinasi serta mengajak kelompok disabilitas lainnya dalam pencegahan Covid-19 di lingkungan mereka.
Hubungan Perubahan Sosial Budaya dan Perilaku Foto Selfie Makanan di Media Sosial Sebagai Faktor Risiko Penyakit Diabetes : Literature Review: The Relationship between Socio-Cultural Changes and Behavior of Food Selfie Photos on Social Media as a Risk Factor for Diabetes : Literature Review Ayumaruti, Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2489

Abstract

Latar belakang: Kelebihan berat badan dan obesitas telah menyebabkan kematian bagi sebagian besar populasi di dunia. Kecenderungan masyarakat Indonesia terkait pola makan masih banyak memilih jenis makanan yang tinggi lemak, belum memenuhi kebutuhan serat, jenis - jenis vitamin, serta kandungan mineral. Perkembangan teknologi, perubahan budaya, dan interaksi di sosial media turut menjadi faktor risiko obesitas. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan antara perubahan aspek sosial budaya dalam perilaku foto selfie makanan di media sosial dengan faktor risiko penyakit obesitas. Metode: Metode Literature Review digunakan sebagai desain penelitian. Penulis menggunakan Google Scholar database dengan pencarian kata kunci obesitas, media sosial, kebiasaan makan, foto, budaya, dan perilaku. Hasil: Aktivitas makan di luar dan mengabadikannya lewat media sosial menjadi ajang sosial untuk menambah eksistensi individu. Aktivitas makan di luar dan food selfie dilakukan secara rutin setiap harinya tanpa mempertimbangkan risiko bagi tubuh yang mengkonsumsi makanan dengan lemak tinggi, kandungan gula atau garam yang tinggi, serta cara pengolahan yang kurang sehat. Kesimpulan: Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi dengan segala keunggulan, kemudahan, dan dampak efek sampingnya bagi generasi muda. Informasi yang positif maupun negatif telah memunculkan budaya baru di masyarakat dalam menentukan pilihan, perilaku serta kebiasaan dalam kehidupan sehari - hari. Motivasi individu untuk mengunggah konten modern dalam bentuk food selfie atau diary di media sosial yaitu membuat dan memperluas komunikasi dengan orang lain, tanpa batasan waktu dan jarak, meningkatkan kepuasan diri demi eksistensi dan citra sosial individu.
Tinjauan Sistematis terhadap Pengetahuan, Persepsi, Motivasi Masyarakat Tentang Vaksinasi HPV bagi Remaja Putri dan Wanita Usia Subur : Literature Review: Systematic Review of Knowledge, Perception, Community Motivation About HPV Vaccination for Young Women and Women of Reproductive Age : Literature Review Ayumaruti, Dewi; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.2988

Abstract

Latar belakang: Pelaksanaan vaksinasi Human Papilomavirus (HPV) di dunia termasuk Indonesia, yang masih menunjukkan peningkatan yang tergolong rendah dan lambat, sedangkan perkembangan kasus kejadian dan kematian yang diakibatkan kanker serviks masih sangat tinggi dan bertambah setiap tahunnya. Percepatan vaksinasi HPV harus dilakukan karena Indonesia menargetkan bebas kanker serviks di tahun 2030, yang juga merupakan target global WHO yaitu 90 % dari remaja di dunia sudah tervaksinasi HPV. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat tingkat pengetahuan, persepsi, motivasi, serta perilaku untuk melakukan vaksinasi HPV bagi masyarakat khususnya bagi anak - anak remaja muda yang sudah memenuhi syarat usia untuk vaksinasi HPV serta mendorong kelompok berisiko lainnya untuk dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan sistematis melalui pencarian artikel dengan penggunaan basis data online PubMed dengan variabel dependen penelitian yaitu vaksinasi HPV, dan variabel independen yaitu pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku. Hasil: Gambaran kurangnya pengetahuan, persepsi individu, motivasi, serta aspek lainnya, sangat mempengaruhi pola pikir dan sikap masyarakat yang mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap pengambilan keputusan untuk melakukan vaksinasi HPV sebagai upaya penurunan risiko terjadinya kanker serviks. Peran dan komitmen orang tua menjadi faktor yang sangat krusial dalam keberlanjutan pelaksanaan vaksinasi HPV pada anak – anak karena dibutuhkan waktu yang cukup lama (2-3 kali vaksinasi dalam kurun waktu 6 bulan) dan biaya yang besar. Vaksinasi dinilai sebagai intervensi kesehatan yang lebih efektif jika dibandingkan dengan biaya intervensi perawatan. Kesimpulan: Pengetahuan akan manfaat vaksinasi HPV di Indonesia perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan dengan penggunaan berbagai saluran informasi dan komunikasi, seperti media massa (cetak dan internet) serta pemanfaatan aplikasi yang telah diterapkan Pemerintah, yang dapat diakses oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia seperti aplikasi PeduliLindungi. Pemerintah juga diharapkan untuk dapat terus mengembangkan skema program subsidi dan penganggaran untuk vaksinasi HPV serta terus memperluas cakupan vaksinasi HPV nasional secara bertahap sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bagi generasi mendatang.
Determinan Sosial yang Berhubungan dengan Tingkat Literasi Kesehatan Mental Mahasiswa S1 Reguler Angkatan 2018 Universitas Andalas Provinsi Sumatera Barat: Social Determinants Related to Mental Health Literacy Level of Regular Undergraduate Students Class of 2018 Andalas University West Sumatra Province Ayumaruti, Dewi; Dien Anshari; Evi Martha
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4049

Abstract

Latar belakang: Literasi kesehatan mental merupakan pengetahuan dan keyakinan tentang gangguan jiwa yang membantu pengenalan, pengelolaan, atau pencegahannya dan dapat digunakan untuk melakukan tindakan bermanfaat bagi kesehatan mental individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi kesehatan mental mahasiswa program S1 reguler di Universitas Andalas dengan faktor - faktor yang berhubungan. Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan menggunakan sampel mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi kesehatan mental dilakukan menggunakan instrumen Mental Health Literacy Scale (MHLS) yang telah diadaptasi kedalam konteks budaya dan Bahasa Indonesia. Hasil: Rata-rata skor tingkat literasi kesehatan mental yang relatif rendah yaitu 59,96 dalam skala 1-100. Analisis bivariat menunjukkan bahwa determinan yang berasosiasi signifikan dengan literasi kesehatan mental adalah jenis kelamin, suku, status tempat tinggal, status pacaran, rumpun ilmu, dan kepemilikan asuransi kesehatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat literasi kesehatan mental adalah rumpun ilmu, kepemilikan asuransi kesehatan dan status pasangan/pacaran. Yang merupakan variabel dominan adalah rumpun ilmu kesehatan. Kesimpulan: Diperlukan intervensi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental yang berfokus pada topik yang terkait dengan mahasiswa laki – laki dan mahasiswa non kesehatan melalui peningkatan edukasi serta pengembangan dan pemanfaatan pusat informasi kesehatan mental di Universitas Andalas.