Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Adaptasi Alat Ukur Literasi Gizi untuk Mahasiswa Tahun Pertama Universitas Halu Oleo Andriani, Wa Ode Sri; Anshari, Dien; Fitirani, Yessy; Sopamena, Yoslien; Pontambing, Yulita Sirinti
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 04 No.01 (Januari, 2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v0i0.446

Abstract

Literasi gizi adalah tingkatan dimana seseorang memiliki kapasitas untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi dasar dan layanan gizi guna membuat keputusan gizi yang tepat. Penelitian mengenai literasi gizi masih belum banyak dilakukan di Indonesia karena belum banyak instrumen yang layak untuk mengukur literasi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi instrumen The Newest Vital Sign (NVS) untuk digunakan pada mahasiswa program sarjana Universitas Halu Oleo di Sulawesi Tenggara. Tahap pertama peneliti mengadaptasi NVS melalui wawancara kognitif pada mahasiswa S1 reguler tahun pertama Universitas Halu Oleo untuk mengevaluasi kemudahan dan pemahaman akan pertanyaan dan pilihan jawabannya. Instrumen yang telah diadaptasi kemudian digunakan melalui survey daring untuk mengumpulkan data dari 379 sampel mahasiswa tahun pertama Universitas Halu Oleo. Data dianalisis untuk reliabilitas antar-item, validitas konstruk, serta statistik deskriptif. Hasil adaptasi NVS memperoleh nilai reliabilitas antar-item yang cukup (Cronbach’s Alpha=0,60), dan memiliki asosiasi positif dengan domain fungsional dari Health Literacy Scale (HLS-EU-Q16) seperti yang diharapkan (r=0.167, p<0,01). Skor rata-rata dari 6 pertanyaan NVS adalah 2.48 (SD=1,40). NVS versi adaptasi ini dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengukur literasi gizi pada mahasiswa program sarjana Universitas Halu Oleo.
Socio-Cultural Determinants of Treatment Seeking Behavior among Tuberculosis Patients: A Systematic Review of a Qualitative Study Imelda Sussanti Nailius; Dien Anshari
Health Notions Vol 6, No 3 (2022): March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn60301

Abstract

The treatment-seeking behavior of tuberculosis patients is an important component of tuberculosis control interventions. The author undertakes a systematic review by identifying, evaluating, and interpreting the findings of similar studies to determine socio-cultural factors affecting tuberculosis patients' treatment seeking behavior. This study employs meta-synthesis of qualitative method. The researcher search articles using keywords in the databases of Proquest, Ebsco, ScienceDirect, and Springerlink yielded results (n = 111,665). Furthermore, the screening, feasibility, and selection processes were carried out in the population of tuberculosis patients based on inclusion criteria such as complete scientific articles with qualitative research designs, including socio-cultural aspects influencing tuberculosis treatment seeking behavior which published in 2016 to 2021. As a result, there are 9 research publications which eligible for systematic review and meet the criteria. Socio-cultural factors of treatment seeking behavior of tuberculosis patients include factors of knowledge, awareness, belief, economic ability, facilities access and health facilities infrastructure, communication and family support, perceptions related to poverty, social and cultural stigma of seeking alternative medicine. Socio-cultural factors can be investigated and used as inputs in subsequent qualitative and quantitative research tailored to the characteristics and socio-cultural patterns found in Indonesia's tuberculosis patient population. Keywords: socio-cultural factors; health seeking behavior; tuberculosis
ADAPTASI ALAT UKUR LITERASI KESEHATAN PADA MAHASISWA ANGKATAN PERTAMA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG TAHUN 2019 Yessy Fitriani; Wa Ode Arin Sri Andriani; Yoslien Sopamena; Yulita Sirinti; Dien Anshari
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i1.802

Abstract

Latar Belakang: Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan, memproses dan memahami informasi serta pelayanan kesehatan dasar yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat mengenai kesehatan. Penelitian mengenai bagaimana literasi kesehatan berkaitan dengan status kesehatan seseorang masih belum banyak dilakukan di Indonesia, terutama karena belum adanya instrumen yang layak untuk mengukur tingkat literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi versi singkat dari instrumen Health Literacy Scale yang dikembangkan di Uni Eropa (HLS-EU-Q16) agar dapat digunakan untuk kelompok usia remaja akhir dan dewasa muda di Sumatera Barat. Metode: Penelitian kualitatif ini mengambil data melalui wawancara kognitif dengan 10 mahasiswa tingkat pertama di Universitas Andalas, Sumatera Barat yang direkrut secara purposif pada Juni 2019. Panduan wawancara dikembangkan dari 16 pertanyaan dalam instrumen HLS-EU-Q16 yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil: Secara umum informan banyak yang kurang paham dengan penggunaan frasa yang baku (seperti “mengambil keputusan”, “membutuhkan pemeriksaan kesehatan” dan “menilai mana perilaku sehari-hari” serta informan mengakui kesulitan memahami kosa kata “dokter lain atau second opinion”). Kesimpulan: Instrumen HLSE-EU-Q16 dapat digunakan untuk kalangan usia remaja akhir dan dewasa muda dengan penyesuaian pada pilihan frasa yang lebih mudah dipahami.
ASOSIASI LITERASI KESEHATAN DAN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN PRAKTIK SADARI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS INDONESIA Dian Priharja Putri; Dien Anshari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v11i2.75

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama dengan jumlah kasus baru (43,3%) dan kematian akibat kanker (12,9%) pada wanita di dunia [1]. Lebih dari 70% pasien datang ke layanan kesehatan pada stadium  kenker yang telah lanjut [2]. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan setiap bulan merupakan metode deteksi dini termurah dan paling sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri oleh wanita. Meskipun telah direkomendasikan selama bertahun-tahun, praktik BSE masih rendah. Lebih dari 80% orang tidak memahami praktik SADARI [3]. Program ini tidak dapat dipisahkan dari literasi kesehatan. Teori Health Belief Model dianggap dianggap sesuai untuk melihat mengapa bebrapa orang memilih untuk tidak melakukan SADARI. Penelitian ini untuk melihat asosiasi literasi kesehatan dan Health Belief Model dengan praktik SADARI, menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 251 mahasiswa S1 Reguler dari Universitas Indonesia angkatan 2018/2019. Hasil yang diperoleh mahasiswi memiliki tingkat pengetahuan yang rendah (51,4%) dan memiliki literasi kesehatan yang rendah (49,0%). Literasi kesehatan mempunyai hubungan yang bermakna dengan praktik SADARI (p = 0,000; α = 0,05) setelah dikontrol oleh rumpun ilmu, sumber  informasi, dan pengetahuan. Persepsi terhadap kemampuan diri melakukan SADARI mempunyai hubungan bermakna dengan praktik SADARI (p = 0,000; α = 0,05) setelah dikontrol oleh rumpun ilmu, sumber informasi, dan pengetahuan.  Kata Kunci- Breast Cancer, BSE, Health Literacy, Health Belief Model
Adaptasi Alat Ukur Literasi Gizi Pada Mahasiswa Angkatan Pertama Program Sarjana Di Universitas Pattimura, Maluku Yoseline Sopamena; Yulita Sirinti Pongtambing; Wa Ode Arin Sri Andriani; Yessy Fitriani; Dien Anshari
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 9 No. 2 (2020): Vol. 9, No.2, November 2020
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v9i2.18946

Abstract

Background: Nutrition literacy indicate the competence to earn, gather, understand, interpret and practice nutrition information to make proper health decision. Objective: To assess validation and reliability of modified-Newest Vital Signs (NVS) instrument. Method: Data collection divided into two phases: (1) Qualitative, where we conducted cognitive interview to 10 first year college students at Pattimura University using HLS-EU-Q16 for health literacy measurement, subsequently with NVS questionnaire which has 6 questions for nutrition literacy measurement that had been translated into Bahasa on previous research. Thereafter, (2) a quantitative survey (n=362) was performed for confirming the NVS against functional domain of HLS-EU-Q16. Result: Mean score for participants done the survey was 2,35 (SD 0,01). Spearman-P coefficient correlation between HLS-Q16 functional domain met the instrument validation standard (r=0,11, p-value=<0,001). Cronbach alpha was 0,590 indicating weak internal consistency. Conclusion: The Newest Vital Sign has validity to measure functional level of nutritional literacy of first year college students of Pattimura University.
Determinan Sosial Terhadap Tingkat Literasi Kesehatan Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Cilegon Sahroni Sahroni; Dien Anshari; Tri Krianto
Faletehan Health Journal Vol 6 No 3 (2019): Faletehan Health Journal
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.876 KB) | DOI: 10.33746/fhj.v6i3.94

Abstract

Studi terdahulu telah menunjukkan hubungan yang positif antara literasi kesehatan dengan status kesehatan serta pemanfaatan layanan kesehatan, namun belum banyak penelitian mengenai literasi kesehatan pada penderita hipertensi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial yang mempengaruhi tingkat literasi kesehatan pada pasien hipertensi di Kota Cilegon, Banten. Dengan menggunakan disain potong lintang, penelitian ini mengambil data dari pasien hipertensi di delapan puskesmas di Kota Cilegon (n=138). Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan instrumen Health Literacy Scale European Union dengan 16 pertanyaan yang telah diadaptasi. Analisis dilakukan menggunakan model regresi linier ganda dengan literasi kesehatan sebagai variabel dependen dan determinan sosial seperti jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan, penghasilan, dan pekerjaan sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor literasi kesehatan pada penderita hipertensi adalah 58.4 (SD=14.2) dari skala 100. Hasil analisis regresi linier ganda menunjukkan hubungan yang bermakna antara skor literasi kesehatan dengan usia (b=-6.1, SE=1.8, p=0.01), pendidikan (b=12.5, SE=2.7, p<0.001), dan penghasilan (b=9.1, SE=2.2, p<0.001). Hasil ini mengindikasikan perlunya penanganan ekstra pada penderita hipertensi yang berusia lanjut, berpendidikan kurang dari SMA, dan berpenghasilan di bawah upah minimum regional.
Peran Tokoh Agama Dalam Pencegahan COVID-19: Studi Literatur Review PUTRI DIYAH PATNI; Dien Anshari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 21 Nomor 02 Tahun 2022
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v21i2.1713

Abstract

Meningkatnya ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan menyebabkan terjadinya peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia, serta masih besarnya pengaruh peran tokoh agama dalam mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat dalam pengambilan keputusan, khususnya di bidang kesehatan. Hal tersebut menyebabkan tokoh agama berpotensi untuk ikut berkontribusi dalam mencegah COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel secara global terkait peran tokoh agama dalam upaya pencegahan COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses). Artikel dicari menggunakan kata kunci yang disesuaikan dengan topik penelitian. Selain itu juga disesuaikan dengan kriteria inklusi yang dibuat oleh peneliti. Hasil penelitian memuat 10 artikel yang diseleksi baik secara nasional maupun internasional, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta dengan rentang waktu artikel antara tahun 2016-2021. Selanjutnya, 10 artikel tersebut ditinjau dan dianalisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah banyak peran yang dapat dilakukan oleh tokoh agama yaitu sebagai pemberi fatwa, komunikator dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait COVID-19 dan sebagai tauladan di masyarakat . Peran tersebut dapat dimaksimalkan oleh pemerintah dan para tokoh agama dalam upaya pencegahan COVID-19 di masyarakat.
Gambaran Pengukuran Kebugaran Pegawai Menggunakan Metode Rockport : Systematic Review Henny Arida Purba; Dien Anshari
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.771 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7619451

Abstract

Pengukuran kebugaran dengan metode Rockport dapat dilakukan dengan sederhana tanpa memerlukan alat bantu. Karena itu, peneliti ingin melihat bagaimana gambaran pengukuran kebugaran metode Rockport dengan melakukan penelitian systematic review. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran  pengukuran kebugaran pegawai dengan metode Rockport. Penelitian ini dilakukan dengan metodelogi systematic review dengan menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) statement yang dilakukan Mei 2022. Pencarian artikel dilakukan pada Pubmed, Scopus, Proquest dan Google Scholar dengan menggunakan kerangka PICO, yaitu : participants, interventions, comparisons, outcomes sampai tanggal 3 Juli 2021 dengan kriteria inklusi yaitu penelitian terkait. Hasil penelitian didapatkan dengan pencarian sistematis menghasilkan enam artikel. Studi sangat bervariasi dalam desain studi, perspektif dan pengukuran kebugaran dengan metode Rockport ini akan lebih optimal untuk mengukur usia muda dalam kondisi tubuh yang sehat. Kesimpulan yang diambil adalah pengukuran kebugaran metode Rockport adalah metode yang andal untuk memperkirakan VO2Max pada orang dewasa. Pengukuran kebugaran metode Rockport bisa  digunakan untuk menilai aerobik kebugaran dalam skala besar, berbasis populasi studi.
TAYANGAN MUKBANG DAN PERILAKU KESEHATAN DEWASA MUDA: TINJAUAN LITERATUR Dwi Meitasari; Dien Anshari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2250

Abstract

Mukbang is a trend that originates from Korea where someone shows eating (usually in large quantities) broadcast live (live streamed) or pre-recorded and watched by an audience. Watching mukbang is often associated with nutritional problems which have an impact on obesity rates. Where obesity rates have increased significantly from year to year. This study aimed to determine the relationship between watching mukbang and nutritional status, especially in adults. The method used in this research is a literature review by analyzing 7 selected articles based on inclusion and exclusion criteria obtained from several e-databases, namely Proquest, Sage, Scopus, Google Scholar and Garuda. The results of the study showed that there was no statistically significant relationship between watching mukbang and nutritional status. However, there are several other variables that are directly related to nutritional status, namely appetite, body image, eating patterns and nutritional knowledge. The conclusion obtained is that although mukbang is not significantly related to nutritional status, there are other variables that are related to mukbang, namely desire to eat, eating preferences, eating disorders, internet addiction, health habits, eating behavior, perceived value and increasing impulsive buying and consumption, as well as excessive consumption.
Akses Pelayanan Rumah Sakit Menjadi Faktor Dominan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Skizofrenia Lia Sitawati; Caroline Endah Wuryaningsih; Dien Anshari
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i1.1732

Abstract

Background: Schizophrenia is a severe mental disorder. Schizophrenia Aff 21 million people in the world. Household members (ART) in Indonesia who suffer from Schizophrenia / psychosis 6.7 per mile in 2018. Purpose: Know the determinants of adherence to take medication in paranoid Schizophrenia patients in Outpatient Poly Lampung Province Region in 2019. Methods: Quantitative research with cross design sectional. The population is all paranoid schizophrenics who seek treatment at the study site with 192 samples taken using a purposive sampling technique. Data were collected using an interview technique with a questionnaire instrument, then analyzed multivariate with multiple logistic regression tests. Results: There was a significant relationship between income (OR = 4.73), level of education (OR = 19.3), access (OR = 5), perception of family support (OR = 2.2), insight related to disease (OR = 3.5) , perception of disease severity (OR = 2.6), perception of drug side effects (OR = 2.6), perception of the role of the Doctor (OR = 5.7) and the role of the Pharmacist (OR = 2.7). Conclusions: Access to hospital services is a dominant factor in increasing adherence to taking medication in schizophrenics in psychiatric hospitals. Efforts to improve access to sufferers through mental health services in primary care.