Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Individu dan Beban Kerja Mental dengan Keluhan Kelelahan Kerja pada Bidan Rumah Sakit X Surabaya : The Relationship between Individual Characteristics and Mental Workload with Complaints of Work Fatigue at Midwives Hospital X Surabaya Farah Ayu Salsabilla; Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3314

Abstract

Latar belakang: Rumah Sakit membutuhkan sumber daya manusia salah satunya yakni tenaga kebidanan. Bidan memiliki kerentanan tinggi terhadap kelelahan kerja disebabkan oleh jadwal kegiatan melayani pasien sesuai shift kerja, banyaknya jumlah pasien per hari, serta kondisi pasien yang berbeda. Kelelahan kerja disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi usia, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, antropometri, dan pendidikan. Sedangkan faktor eksternal meliputi beban kerja fisik dan beban kerja mental. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara masa kerja, status gizi, dan beban kerja mental dengan keluhan kelelahan kerja pada bidan di Rumah Sakit X Surabaya. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 12 orang bidan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner NASA-TLX dan IFRC. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan uji Spearman rho. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan hubungan yang signifikan diantara masa kerja (ρ = 0,028), status gizi (ρ = 0,015), dan beban kerja mental (ρ = 0,009) dengan keluhan kelelahan kerja pada bidan di Rumah Sakit X Surabaya. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikansi antara masa kerja, status gizi, dan beban kerja mental dengan keluhan kelelahan kerja pada bidan di Rumah Sakit X Surabaya.
ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO PENGOLAHAN GULA PADA PEKERJA PT.X MELALUI PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT, AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) Heca Anggreana; Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono
Journal of Scientech Research and Development Vol 7 No 2 (2025): JSRD, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v7i2.1316

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri gula yang memiliki potensi bahaya tinggi, baik dari faktor teknis maupun perilaku kerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi bahaya dan risiko kerja pada proses produksi gula di PT. X menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan penelaahan dokumen K3, termasuk laporan tahun 2024 yang mencatat enam kasus Lost Time Injury (LTI) dan tiga kecelakaan berat. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar aktivitas berada pada tingkat risiko sedang hingga tinggi, terutama di area penggilingan dan evaporasi. Pengendalian dilakukan melalui rekayasa teknis, prosedur administratif, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Disarankan agar perusahaan memperkuat kepatuhan penggunaan APD, meningkatkan pelatihan dan pengawasan rutin, serta mengevaluasi efektivitas pengendalian untuk mendukung budaya K3 yang proaktif dan berkelanjutan.
Determinants of Digital Eye Strain Among Office Workers: Individual, Device-Related, and Environmental Factors Nabilah Nur Hasanah; Iting Shofwati; Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (April 2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.2861

Abstract

Frequent use of digital devices among office workers contributes to a high risk of Digital Eye Strain (DES), with a reported prevalence of 69.0%, which can adversely affect visual performance, sleep quality, and work productivity. This study aimed to analyze the association between individual, device-related, and environmental factors with DES among office workers using a cross-sectional design involving 66 respondents. Data were analyzed using Chi-square and Mann–Whitney tests. The prevalence of DES was 69.7%, with common symptoms including itchy eyes, eye discomfort, and light sensitivity. Key individual factors significantly associated with DES were unsafe digital device use behavior (OR = 11.25; 95% CI: 1.169–30.280), lack of 20-20-20 rest practice (OR = 10.00; 95% CI: 2.895–30.542), and refractive error (OR = 8.20; 95% CI: 2.287–23.399). Among device-related factors, improper computer screen position (OR = 4.263; 95% CI: 1.323–13.736) was identified as a significant predictor. Environmental factors such as inadequate lighting (OR = 5.455; 95% CI: 1.595–18.657) also showed a strong association with DES. In conclusion, DES among office workers is predominantly influenced by behavioral factors, particularly unsafe digital device use and inadequate eye rest practices, which demonstrated the strongest associations. Preventive strategies should prioritize behavioral interventions, ergonomic improvements, and optimization of workplace environmental conditions.