Abstract. The basis of this research is the lack of student creativity during the learning process. Blended learning in the classroom serves as a way to encourage students’ creativity through learning activities related to their surroundings. In addition, school field trips can enhance students’ thinking skills and imagination. This study aims to determine the effectiveness of the field trip learning method in improving the creativity of second-grade students at SDIT Zakia Banjaran, Bandung Regency. This research employs a quantitative approach with a Quasi-Experimental Design, using a single-group pre-test and post-test design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed using normality tests, homogeneity tests, and t-tests through SPSS version 25 to identify improvements in student creativity before and after the treatment. The results indicate that after the implementation of the field trip method, there was a significant increase in students’ creativity. Improvements in fluency, originality, elaboration, and flexibility of thinking were observed through the extracurricular classroom activities, which effectively supported the development of student creativity. Based on the t-test results, a significance value of 0.000 was obtained, which is less than 0.05, indicating that H0 is rejected and Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that field trips can enhance student creativity, making the learning process more effective. Abstrak. Dasar penelitian ini adalah kurangnya kreativitas siswa pada saat pembelajaran. Pembelajaran campuran di kelas merupakan cara untuk merangsang kreativitas siswa melalui pembelajaran mata pelajaran di sekitar mereka. Selain itu, kunjungan sekolah dapat meningkatkan keterampilan berpikir dan imajinasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas II SDIT Zakia Banjaran Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design, dengan desain penelitian single-group pre-test and post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan normalitas, homogenitas, dan uji-t menggunakan SPSS versi 25 untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkannya metode karyawisata, terdapat peningkatan kreativitas siswa secara signifikan. Peningkatan kelancaran berpikir, orisinalitas, detail, dan fleksibilitas berpikir dapat diamati melalui pembelajaran di kelas ekstrakurikuler yang efektif mengembangkan kreativitas siswa. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kunjungan sekolah dapat meningkatkan kreativitas siswa, sehingga pembelajaran lebih efektif.