This Author published in this journals
All Journal JURNAL ECONOMINA
Sukma Hanifa, Riswanda Sukma Hanifa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sinergi Kolaboratif antara Petani, Industri Pengolahan, dan Distributor dalam Rantai Nilai Agribisnis untuk Meningkatkan Daya Saing Komoditas Kopi Sukma Hanifa, Riswanda Sukma Hanifa; Sjah, Taslim; Budastra, Ketut
JURNAL ECONOMINA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL ECONOMINA, Januari, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v5i1.1820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang Rantai nilai kopi Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan utama, sehingga kondisi tersebut menyebabkan rendahnya nilai tambah yang diterima petani, tidak meratanya distribusi manfaat ekonomi, serta lemahnya daya saing kopi Indonesia di pasar global. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, dinamika, dan faktor penentu keberhasilan kolaborasi antar pelaku utama dalam rantai nilai agribisnis kopi di Indonesia melalui pendekatan systematic literature review. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis publikasi nasional dalam rentang 2015-2025, sebanyak 24 sumber ilmiah yang relevan dianalisis untuk memetakan hubungan antara petani, pengolah, dan distributor, serta untuk memahami bagaimana kolaborasi dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing kopi nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa rantai nilai kopi Indonesia masih ditandai oleh panjangnya jalur distribusi, dominasi pelaku hilir, dan keterbatasan kapasitas petani yang menyebabkan rendahnya nilai tambah yang diterima di tingkat hulu. Berbagai model kemitraan, contract farming, penguatan koperasi, kolaborasi industri lokal, hingga integrasi agro-pariwisata terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemasaran, kualitas produk, serta pendapatan petani. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antarpelaku agribisnis merupakan kunci untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia. Implikasi praktis mencakup perlunya penguatan kontrak kemitraan, peningkatan kemampuan pascapanen, dan pengembangan sistem informasi pasar. Dari sisi kebijakan, pemerintah perlu memfasilitasi inovasi model kemitraan serta memperluas akses pembiayaan dan infrastruktur pendukung.