Mumtazah, Muti'ah Nuha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Selikuran Di Keraton Surakarta Hadiningrat Mumtazah, Muti'ah Nuha; Pijar Pembayun, Ki Awang; Zahira , Rana Inas; Novitasari , Intan Marhenisaputri; Habibi , Rohim
Jurnal Man-anaa Vol. 2 No. 2 (2025): Man-Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prgram Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/man.v2i2.498

Abstract

Tradisi Selikuran di Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan warisan budaya yang sarat nilai keagamaan dan simbolik, sekaligus menjadi media pendidikan Islam berbasis budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik tradisi Selikuran dan kontribusinya terhadap pendidikan Islam dalam masyarakat Jawa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan KRT Subroto Panukmo Purwanagoro dan telaah literatur ilmiah terkait. Analisis menunjukkan bahwa setiap unsur tradisi, mulai dari kirab makanan, penyajian gunungan, tahlilan di tiga lokasi, hingga iringan Hadrah Suwaren, mengandung makna simbolik yang menanamkan nilai-nilai Islam seperti syukur, sedekah, kesetaraan, keteladanan, dan ketawaduan. Tradisi ini berfungsi sebagai media pendidikan nonformal yang efektif, mengajarkan nilai moral, sosial, dan spiritual melalui pengalaman langsung masyarakat. Selain itu, Selikuran memperkuat identitas keagamaan dan budaya lokal secara berkelanjutan. Kesimpulannya, tradisi ini bukan sekadar ritual adat, tetapi sarana pembelajaran Islam kontekstual yang relevan dan dapat diterapkan secara berkesinambungan di masyarakat Jawa.
Transformasi Simbolik Wayang Kulit sebagai Strategi Dakwah Kultural Sunan Kalijaga dalam Islamisasi Masyarakat Jawa Mumtazah, Muti'ah Nuha; Permatasari, Mayana Ratih; Muslimah , Hanifah; Tabarok , Nabhan
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i2.34369

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi dakwah kultural Sunan Kalijaga melalui seni wayang kulit dalam proses Islamisasi masyarakat Jawa abad XV–XVI. Islamisasi di Jawa berlangsung melalui pendekatan budaya yang adaptif dan dialogis, berbeda dengan pola ekspansi konfrontatif di wilayah lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui telaah jurnal ilmiah yang relevan dengan dakwah kultural, Islamisasi Jawa, dan transformasi simbolik pewayangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka teori akulturasi budaya, dakwah kultural, dan teori simbol untuk memahami proses rekonstruksi makna dalam struktur narasi dan visual wayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Sunan Kalijaga tidak menghapus tradisi lokal, melainkan mereinterpretasi simbol dan lakon pewayangan sehingga berorientasi pada tauhid. Transformasi makna seperti pemaknaan ulang Jimat Kalimasada serta konstruksi figur Punakawan sebagai media etika sosial menjadi instrumen internalisasi nilai Islam yang kontekstual. Wayang kulit berfungsi sebagai arena produksi makna religius yang membentuk identitas Islam Jawa yang akulturatif, inklusif, dan moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islamisasi di Jawa merupakan proses rekonstruksi simbolik dalam ruang budaya, bukan substitusi tradisi, sehingga dakwah kultural menjadi faktor utama dalam keberhasilan penyebaran Islam secara damai.Abstrak ditulis secara ringkas dan faktual, meliputi pendahuluan, metode pengumpulan data, analisis data, hasil dan pembahasan, kesimpulan.