Tradisi Selikuran di Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan warisan budaya yang sarat nilai keagamaan dan simbolik, sekaligus menjadi media pendidikan Islam berbasis budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik tradisi Selikuran dan kontribusinya terhadap pendidikan Islam dalam masyarakat Jawa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan KRT Subroto Panukmo Purwanagoro dan telaah literatur ilmiah terkait. Analisis menunjukkan bahwa setiap unsur tradisi, mulai dari kirab makanan, penyajian gunungan, tahlilan di tiga lokasi, hingga iringan Hadrah Suwaren, mengandung makna simbolik yang menanamkan nilai-nilai Islam seperti syukur, sedekah, kesetaraan, keteladanan, dan ketawaduan. Tradisi ini berfungsi sebagai media pendidikan nonformal yang efektif, mengajarkan nilai moral, sosial, dan spiritual melalui pengalaman langsung masyarakat. Selain itu, Selikuran memperkuat identitas keagamaan dan budaya lokal secara berkelanjutan. Kesimpulannya, tradisi ini bukan sekadar ritual adat, tetapi sarana pembelajaran Islam kontekstual yang relevan dan dapat diterapkan secara berkesinambungan di masyarakat Jawa.
Copyrights © 2025