Mursalim, Nur Afiaty
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembentukan Identitas Profesional Promotor Kesehatan Melalui Strategi Komunikasi Dan Personal Branding: Establishing a Professional Identity for Health Promoters Through Communication Strategies and Personal Branding Mursalim, Nur Afiaty; Rahayu, Yuli; Anwar, Nur Indah Atifah
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.34

Abstract

Abstrak Promotor kesehatan (promkes) memerlukan identitas profesional yang kuat agar tampil kredibel dan berpengaruh di era digital. Namun, observasi awal pada 82 mahasiswa Promosi Kesehatan FIKK UNM menemukan rendahnya pemahaman mengenai strategi komunikasi dan personal branding, karena masih terfokus pada aspek teknis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan soft skills tersebut melalui metode lokakarya interaktif yang meliputi pemaparan materi, studi kasus, dan simulasi praktik. Evaluasi kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dimana nilai rata-rata keseluruhan peserta meningkat dari 48.3 (pre-test) menjadi 85.8 (post-test), atau naik sebesar 77.6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek personal branding (96.3%). Secara kualitatif, 86.7% peserta aktif berpartisipasi dalam sesi simulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa lokakarya efektif dalam menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis dan soft skills, serta berhasil memberikan fondasi bagi mahasiswa untuk membangun citra diri yang profesional sebagai calon promotor kesehatan. Abstract Health promoters (promkes) require a strong professional identity to appear credible and influential in the digital era. However, preliminary observations of 82 Health Promotion students at FIKK UNM found a low understanding of communication strategies and personal branding, as they were still focused on technical aspects. This community service activity aimed to improve understanding and these soft skills through an interactive workshop method, which included material presentation, case studies, and practical simulations. The activity was evaluated using pre-test and post-test instruments. The results showed a significant increase in understanding, where the participants' overall average score increased from 48.3 (pre-test) to 85.8 (post-test), a 77.6% increase. The highest increase occurred in the personal branding aspect (96.3%). Qualitatively, 86.7% of participants actively engaged in the simulation sessions. These results indicate that the workshop was effective in bridging the gap between technical abilities and soft skills, and successfully provided a foundation for students to build a professional self-image as future health promoters.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang melalui Program Promosi Kesehatan dan Diversifikasi Pangan Lokal bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Salenrang, Maros: Improving Knowledge of Balanced Nutrition through Health Promotion and Local Food Diversification Programs for Housewives in Salenrang Village, Maros Mursalim, Nur Afiaty; Anwar, Nur Indah Atifah
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.37

Abstract

Peningkatan pengetahuan gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu bentuk upaya promosi kesehatan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Hasil observasi terhadap 30 ibu rumah tangga di Desa Salenrang, Maros menunjukkan masih rendahnya pemahaman mengenai prinsip gizi seimbang serta kurangnya variasi dalam konsumsi pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi melalui program promosi kesehatan berbasis edukasi dan partisipatif, yang meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, dan praktik pengolahan pangan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 74,8%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek diversifikasi pangan lokal. Selain itu, 88,4% peserta berpartisipasi aktif dalam seluruh sesi kegiatan. Temuan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan berbasis edukasi gizi seimbang dan diversifikasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi dan kemandirian keluarga di tingkat desa.