Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Edukasi Masyarakat dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Stunting di Desa Lembang Maroson Darlis, Idhar; Elyanovianti; Rahayu, Yuli
Window of Community Dedication Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v3i2.957

Abstract

One of the major problems facing the world today is the incidence of stunting in children under five. WHO predicts that 127 million children under the age of 5 will be stunted by 2025. Stunting is when a child is shorter than other children their age, or in other words, their height is below the standard. The standard used as a reference is the growth curve created by the World Health Organization (WHO). The purpose of this activity is to increase community knowledge related to stunting and its impact and how to overcome it. The methods used in this activity were lectures and discussions. With the number of counseling participants as many as 25 residents. The results obtained after counseling are that the level of knowledge of residents increases regarding stunting and its impact and how to overcome it, Suggestions to residents are expected to disseminate information that has been obtained to other communities.
Reward dan Punishment Terhadap Motivasi Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan di Rumah Sakit Daerah Rahayu, Yuli; Rismawati; Shine Pintor Siolemba Patiro
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Ilmu Sosial dan Politik Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Ekonomi, Manajemen, Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-emspol.v2i3.140

Abstract

This study aims to determine the effect of reward and punishment on work motivation and employee performance, and to analyze whether work motivation can improve employee performance at RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Using a quantitative approach and survey method, data were collected through a questionnaire as the main instrument. In addition, observations were conducted to examine the actual conditions in the field. The collected data were then tested for validity, reliability, and classical assumptions to ensure data accuracy. Data analysis techniques included t-test, F-test, path analysis, and coefficient of determination test (R²). The results showed that reward had a significant effect on motivation (p = 0.000) and employee performance (p = 0.001), but not indirectly through motivation (p = 0.677). Punishment also had a significant effect on motivation (p = 0.031) and directly on performance (p = 0.031), but not indirectly (p = 0.364). Motivation was found to have no significant effect on performance (p = 0.669) due to the structured work system through KPI.
Potret Perilaku Hidup Sehat Mahasiswa Baru: Studi Deskriptif pada Program Studi D4 Promosi Kesehatan Rahayu, Yuli; Nurul Ilmi; Ani Asram
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/ea7hqh23

Abstract

Mahasiswa baru berada pada masa transisi yang rentan mengalami perubahan pola perilaku hidup sehat, terutama terkait kualitas tidur, stres akademik, dan aktivitas fisik. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku tersebut berhubungan dengan performa akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur, tingkat stres akademik, dan aktivitas fisik mahasiswa baru Program Studi D4 Promosi Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang pada 60 mahasiswa baru. Data diperoleh melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index  (PSQI), kuesioner stres akademik, serta kuesioner aktivitas fisik berdasarkan pedoman GPAQ. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa tidur pada pukul 22.00–23.59 dengan durasi 5–8 jam meskipun 55% menilai kualitas tidur mereka sangat buruk. Gangguan tidur yang paling umum adalah mimpi buruk, mendengkur, dan insomnia. Stres akademik tergolong tinggi, ditandai kekhawatiran terhadap IPK (82,7% selalu/sering), kecemasan menghadapi ujian (76,7%), serta kesulitan memahami materi. Aktivitas fisik cukup baik, di mana 58,3% melakukan aktivitas fisik berat dan 81,7% aktivitas fisik ringan. Mahasiswa baru menunjukkan kualitas tidur yang buruk, tingkat stres akademik yang tinggi, dan aktivitas fisik yang cukup tetapi tidak merata.
Pembentukan Identitas Profesional Promotor Kesehatan Melalui Strategi Komunikasi Dan Personal Branding: Establishing a Professional Identity for Health Promoters Through Communication Strategies and Personal Branding Mursalim, Nur Afiaty; Rahayu, Yuli; Anwar, Nur Indah Atifah
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.34

Abstract

Abstrak Promotor kesehatan (promkes) memerlukan identitas profesional yang kuat agar tampil kredibel dan berpengaruh di era digital. Namun, observasi awal pada 82 mahasiswa Promosi Kesehatan FIKK UNM menemukan rendahnya pemahaman mengenai strategi komunikasi dan personal branding, karena masih terfokus pada aspek teknis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan soft skills tersebut melalui metode lokakarya interaktif yang meliputi pemaparan materi, studi kasus, dan simulasi praktik. Evaluasi kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dimana nilai rata-rata keseluruhan peserta meningkat dari 48.3 (pre-test) menjadi 85.8 (post-test), atau naik sebesar 77.6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek personal branding (96.3%). Secara kualitatif, 86.7% peserta aktif berpartisipasi dalam sesi simulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa lokakarya efektif dalam menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis dan soft skills, serta berhasil memberikan fondasi bagi mahasiswa untuk membangun citra diri yang profesional sebagai calon promotor kesehatan. Abstract Health promoters (promkes) require a strong professional identity to appear credible and influential in the digital era. However, preliminary observations of 82 Health Promotion students at FIKK UNM found a low understanding of communication strategies and personal branding, as they were still focused on technical aspects. This community service activity aimed to improve understanding and these soft skills through an interactive workshop method, which included material presentation, case studies, and practical simulations. The activity was evaluated using pre-test and post-test instruments. The results showed a significant increase in understanding, where the participants' overall average score increased from 48.3 (pre-test) to 85.8 (post-test), a 77.6% increase. The highest increase occurred in the personal branding aspect (96.3%). Qualitatively, 86.7% of participants actively engaged in the simulation sessions. These results indicate that the workshop was effective in bridging the gap between technical abilities and soft skills, and successfully provided a foundation for students to build a professional self-image as future health promoters.
PARADOKS KUALITAS TIDUR DAN STRES BELAJAR PADA MAHASISWA BARU: BUKTI ADAPTASI AKADEMIK AWAL DI PROGRAM D4 PROMOSI KESEHATAN Rahayu, Yuli; Ilmi, Nurul; Asram, Ani
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.2, No.1: Februari 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i1.4517

Abstract

Mahasiswa baru pada program studi kesehatan berada pada fase transisi akademik yang rentan terhadap stres belajar. Kualitas tidur umumnya dipandang sebagai faktor protektif terhadap stres akademik. Namun, temuan empiris terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara kualitas tidur dan stres belajar tidak selalu bersifat linear. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan stres belajar pada mahasiswa baru Program Studi D4 Promosi Kesehatan serta mengidentifikasi pola hubungan yang berbeda dari temuan penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 60 mahasiswa baru Program Studi D4 Promosi Kesehatan. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang telah dikategorikan, sedangkan stres belajar diukur menggunakan kuesioner stres akademik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan stres belajar (p = 0,004). Menariknya, mahasiswa dengan kualitas tidur kategori cukup justru memiliki proporsi stres belajar tinggi yang lebih besar (58,7%), sedangkan mahasiswa dengan kualitas tidur kurang didominasi oleh stres belajar rendah (85,7%). Temuan ini menunjukkan adanya pola hubungan yang bersifat paradoks. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan stres belajar pada mahasiswa baru D4 Promosi Kesehatan dengan arah hubungan yang tidak konvensional. Kualitas tidur yang cukup tidak selalu berperan sebagai faktor protektif terhadap stres belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan faktor adaptasi akademik dan mekanisme coping mahasiswa baru dalam upaya promosi kesehatan mental di perguruan tinggi
PROFIL GAYA BELAJAR VARK PADA MAHASISWA PROMOSI KESEHATAN DALAM PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Ilmi, Nurul; Rahayu, Yuli; Asram, Ani
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.2, No.1: Februari 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i1.4587

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan profil gaya belajar VARK (Visual, Aural, Read/Write, Kinesthetic) pada mahasiswa baru Program Studi D4 Promosi Kesehatan sebagai dasar pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional. Sebanyak 60 mahasiswa baru berpartisipasi melalui pengisian kuesioner VARK versi adaptasi Bahasa Indonesia secara daring (Google Form). Skor V, A, R, dan K dihitung pada tiap responden, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS untuk memperoleh rerata, simpangan baku, nilai minimum–maksimum, serta distribusi kategori gaya belajar dominan (unimodal maupun multimodal). Hasil menunjukkan gaya belajar dominan kinestetik (K) merupakan kategori terbesar (63,3%), diikuti auditori (A) 15,0%, sedangkan kombinasi multimodal yang muncul antara lain AK (10,0%), VK (5,0%), dan VA (3,3%). Pada tingkat kelompok, rerata skor tertinggi terdapat pada dimensi K (10,05), disusul A (7,87), V (5,25), dan R (3,87). Temuan ini mengindikasikan mahasiswa baru lebih nyaman belajar melalui aktivitas praktik dan interaksi lisan dibandingkan aktivitas baca-tulis. Implikasi praktisnya, pembelajaran promosi kesehatan perlu menekankan strategi aktif dan autentik (misalnya simulasi, role play, microteaching, analisis kasus komunitas) yang didukung diskusi reflektif serta umpan balik terstruktur, sambil memperkuat literasi baca-tulis akademik secara bertahap.