Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Miskomunikasi Organisasi dan Lingkungan Kerja Toksik terhadap Kinerja Karyawan di PT SBW Faserin Sahnia; Silvi; Sundari Putri Langit Kemul Mega
Journal of Organizational Performance and Analysis Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Organizational Analysis and Performance
Publisher : Athallah Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/optimanus.v2i1.141

Abstract

Miskomunikasi organisasi dan lingkungan kerja toksik merupakan dua faktor yang berpotensi menurunkan kinerja karyawan dalam suatu organisasi. Kondisi komunikasi yang tidak efektif, ditandai dengan informasi yang tidak jelas, pesan yang ambigu, serta kurangnya keterbukaan antarindividu, dapat memicu konflik dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat. Lingkungan kerja toksik yang ditandai dengan tekanan psikologis, hubungan kerja yang tidak harmonis, serta minimnya dukungan organisasi berimplikasi langsung pada menurunnya motivasi dan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara miskomunikasi organisasi dan lingkungan kerja toksik terhadap kinerja karyawan di PT SBW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT SBW yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator miskomunikasi organisasi, lingkungan kerja toksik, dan kinerja karyawan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel serta pengaruh simultan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskomunikasi organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, lingkungan kerja toksik juga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, miskomunikasi organisasi dan lingkungan kerja toksik terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan kinerja karyawan di PT SBW. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan komunikasi organisasi yang efektif serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat dan suportif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, serta kontribusi praktis bagi manajemen PT SBW dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja karyawan melalui perbaikan komunikasi dan lingkungan kerja.