Oli bekas merupakan limbah yang masuk dalam kategori B3 yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor oli portabel karena sejatinya oli bekas merupakan minyak bumi yang dapat terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis oli bekas terhadap waktu konsumsi bahan bakar dan suhu maksimal pada pembakaran oli bekas. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian kali ini adalah metode eksperimen, yang bertujuan mengetahui sebab dan akibat berdasarkan perlakuan yang diberikan oleh peneliti. Variasi jenis oli bekas berdasarkan viskositas yaitu oli bekas hidrolik, oli bekas mesin dan oli bekas gardan. Pengujian waktu konsumsi bahan bakar dilakukan menggunakan stopwatch pada variasi yang telah ditentukan, yang dimulai ketika api sudah menyala selama dua menit setelah itu dimulailah penghitungan sampai habis bahan bakarnya. Pengujian suhu maksimal dilakukan pada variasi jenis oli hidrolik, oli bekas mesin dan oli bekas gardan. Uji temperatur diambil data dengan menggunakan thermocouple. Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data dengan cara deskripsi data mentah dari hasil uji waktu konsumsi dan temperatur yang dihasilkan pada proses pembakaran.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh viskositas oli bekas terhadap pembakaran. Semakin kental viskositas oli bekas yang digunakan maka akan menghasilkan waktu konsumsi yang lebih lama, dimana variasi oli bekas gardan dengan viskositas yang tinggi menghasilkan waktu konsumsi paling lama. Viskositas oli bekas yang rendah akan menghasilkan temperatur yang lebih tinggi, oli bekas hidrolik mendapatkan temperatur paling tinggi. Semakin rendah viskositas yang digunakan maka akan menghasilkan temperatur yang tinggi