Mohammad Suhud
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The History of the Revival of Madrasahs as Islamic Educational Institutions in Madura Moh. Hariri; Maimun; Muhammad Ihsan; Mohammad Suhud
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.1951

Abstract

This article discusses the historical development of madrasas in Madura, where Islamic education has a long history that began during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him) with teaching methods in homes and mosques. Over time, Islamic education has undergone transformation, especially with the emergence of madrasas as formal institutions that integrate religious knowledge and general knowledge. In Madura, Islamic boarding schools are the oldest Islamic educational institutions and play a vital role in maintaining Islamic values, as well as being the beginning of the emergence of madrasas in Madura. With the influence of modernization, madrasas emerged as a form of renewal of Islamic education. This study discusses the rise of madrasas in Madura, their important role in shaping the character and religious identity of the community, as well as the challenges and opportunities faced. Madrasas in Madura have successfully combined traditional values with the demands of modernity, while also becoming agents of social change that maintain harmony between the two. Despite facing challenges such as limited facilities and teacher quality, madrasas in Madura continue to play a vital role in maintaining the balance between religious education and general knowledge, as well as in strengthening the cultural and religious identity of the Madurese community. This study uses a literature review method by examining articles related to this research.
Pengembangan Bahan Ajar Miniatur Manasik Haji Berbasis Digital Untuk Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammad Ihsan; Halimatus Sa’diyah; Ulil Firdausiyah; Mohammad Suhud
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.1557

Abstract

Pembelajaran fiqih tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga praktik, karena siswa harus menunjukkan kemampuan mereka dalam melaksanakan ibadah, khususnya haji. Pembelajaran haji tidak cukup hanya melalui persiapan teori untuk memperkuat pemahaman siswa, tetapi juga membutuhkan penyajian praktik dan media yang tepat agar mampu menjelaskan materi Manasik Haji. Miniatur Manasik Haji berbasis digital ini sangat diperlukan, karena siswa saat ini cenderung lebih menyukai media pembelajaran berbasis digital. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan materi pengajaran Manasik Haji miniatur berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan dan efektivitas materi pengajaran Manasik Haji miniatur untuk siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model ADDIE, yang dikembangkan oleh Dick dan Carey. Materi pengajaran ini dikembangkan menggunakan model ADDIE yang mencakup tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahan Ajar Manasik Haji Miniatur Berbasis Digital efektif diberikan kepada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah dengan peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai 75,9%. Bahan ajar Manasik Haji Miniatur ini telah divalidasi oleh beberapa validator dari tim ahli, ahli media atau desain, dan ahli materi atau pembelajaran dengan nilai kumulatif rata-rata 87,5%, sehingga bahan ajar ini layak diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah. Bahan ajar ini telah diuji pada siswa kelas V MI, baik skala kecil, menengah, dan besar dengan nilai akhir kumulatif 75,9%, yang menunjukkan tingkat pencapaian yang tinggi.