Pembelajaran fiqih tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga praktik, karena siswa harus menunjukkan kemampuan mereka dalam melaksanakan ibadah, khususnya haji. Pembelajaran haji tidak cukup hanya melalui persiapan teori untuk memperkuat pemahaman siswa, tetapi juga membutuhkan penyajian praktik dan media yang tepat agar mampu menjelaskan materi Manasik Haji. Miniatur Manasik Haji berbasis digital ini sangat diperlukan, karena siswa saat ini cenderung lebih menyukai media pembelajaran berbasis digital. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan materi pengajaran Manasik Haji miniatur berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan dan efektivitas materi pengajaran Manasik Haji miniatur untuk siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model ADDIE, yang dikembangkan oleh Dick dan Carey. Materi pengajaran ini dikembangkan menggunakan model ADDIE yang mencakup tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahan Ajar Manasik Haji Miniatur Berbasis Digital efektif diberikan kepada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah dengan peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai 75,9%. Bahan ajar Manasik Haji Miniatur ini telah divalidasi oleh beberapa validator dari tim ahli, ahli media atau desain, dan ahli materi atau pembelajaran dengan nilai kumulatif rata-rata 87,5%, sehingga bahan ajar ini layak diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah. Bahan ajar ini telah diuji pada siswa kelas V MI, baik skala kecil, menengah, dan besar dengan nilai akhir kumulatif 75,9%, yang menunjukkan tingkat pencapaian yang tinggi.