Wahyudi, Suryani Noer
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERVENSI EDUKASI KESEHATAN TERPADU UNTUK PENCEGAHAN STUNTING, PENGELOLAAN SAMPAH, DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA KERTA BUANA Ferdinand, Novita Yuliana; Wahyudi, Suryani Noer; Pasqua, Venuta Della; Amalia, Tathia Rizky; Aulia, Muhammad Rizky; Tandiera, Emilia Sophie; Hardianti, Dewi Novita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33660

Abstract

Abstrak: Permasalahan kesehatan masyarakat di Desa Kerta Buana meliputi stunting, pengelolaan sampah, dan rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui tiga program intervensi: BISA berupa pelatihan dan praktik pembuatan lubang biopori, PEDULI berupa penyuluhan gizi seimbang bagi orang tua balita, dan BIJAK berupa edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini bagi remaja. Kegiatan melibatkan 70 KK sebagai sampel, serta mitra dari Puskesmas Pembantu dan sekolah setempat, dengan total peserta program sebanyak 64 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi partisipatif dengan indikator yang diukur meliputi peningkatan pengetahuan peserta tentang gizi seimbang, pemahaman kesehatan reproduksi remaja, serta keterampilan teknis masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 50% pada program PEDULI dan 98,6% pada program BIJAK. Program BISA berhasil meningkatkan keterampilan teknis warga dalam pengelolaan sampah. Intervensi ini membuktikan efektivitas pendekatan edukatif dan partisipatif dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.Abstract: Public health issues in Kerta Buana Village include stunting, Domestic waste management, and limited adolescent reproductive health awareness. This community service aimed to enhance knowledge and skills through three programs: BISA in the form of training and practice of making biopore holes, PEDULI in the form of balanced nutrition counseling for parents of toddlers, and BIJAK in the form of reproductive health education and early marriage prevention for adolescents. The activity involved 70 households as samples, along with partners from the local health post and schools, with a total of 64 participants in the program. The evaluation was carried out through pre-tests and post-tests as well as participatory observation, with indicators measured including the increase in participants’ knowledge of balanced nutrition, adolescents’ understanding of reproductive health, and the community’s technical skills in managing organic waste. Results indicated a 50% increase in knowledge in PEDULI and 98.6% in BIJAK. The BISA program improved residents’ technical skills in managing organic waste. These findings confirm the effectiveness of participatory and educational approaches in promoting public health awareness and sustainable behavior change.