Abstrak: Aceh Tamiang masih menghadapi permasalahan serius terkait sampah plastik yang sebagian besar belum diolah secara mandiri oleh masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah melatih dan memberdayakan masyarakat agar mampu mengolah sampah plastik menjadi produk fungsional dan bernilai guna, sehingga tidak hanya bergantung pada penyaluran sampah ke luar daerah, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat lokal. Program pengabdian dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi, pelatihan teknis penggunaan mesin pencacah dan pemanas plastik, workshop upcycling untuk menghasilkan produk bernilai tambah, hingga pendampingan pemasaran menggunakan aplikasi Android sederhana dan mudah diakses. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Sepakat Bersama dengan jumlah anggota 20 orang yang dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan program. Evaluasi melalui observasi, kuisioner, dan indikator capaian menunjukkan peningkatan keterampilan teknis masyarakat sebesar 70% dalam mengoperasikan mesin, peningkatan kemampuan penggunaan aplikasi sebesar 60%, serta terciptanya minimal 5 produk hasil olahan plastik yang berhasil dipasarkan secara online. Peningkatan ini memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri, sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi sirkular.Abstract: Aceh Tamiang continues to face serious challenges related to plastic waste, most of which has not been managed independently by the local community. The primary objective of this program is to train and empower the community to process plastic waste into functional and valuable products, thereby reducing their dependence on external waste channels while simultaneously creating new local economic opportunities. The community service program was implemented through a series of activities, including awareness sessions on technology-based waste management, technical training on the use of plastic shredding and heating machines, upcycling workshops to produce value-added products, and marketing assistance through a simple and accessible Android application. The program’s partner, the Kelompok Tani Sepakat Bersama farmers’ group, involved 20 active members throughout all stages of implementation. Evaluation through observations, questionnaires, and performance indicators showed a 70% increase in technical skills for operating the machines, a 60% improvement in the ability to use the application, and the creation of at least five plastic-based products successfully marketed online. These outcomes strengthened the community’s capacity to manage plastic waste independently and supported the development of a community-based circular economy.