Diyah Puspita Sari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PEMBELAJARAN IPAS KELAS 5 SEKOLAH DASAR Ningsih, Tutut Hartina Ilmiah; Yeni Kartika Dewi; Diyah Puspita Sari; Intan Sari Rufiana; Ratna Ekawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.20938

Abstract

ABSTRACT This study analyzes the critical thinking abilities of fifth-grade students in the context of Integrated Science and Social Studies (IPAS) learning. Critical thinking is an essential skill in the 21st century, enabling students to evaluate information, make logical reasoning, and solve problems. The research employs a qualitative descriptive approach, involving 26 students from Brawijaya Smart School. Data were collected through a competency test consisting of 20 questions designed to assess four critical thinking indicators: interpretation, analysis, evaluation, and inference. The findings reveal that many students struggle with higher-order thinking questions, indicating a need for improved teaching methods. The results suggest that enhancing critical thinking skills requires engaging and effective learning strategies, such as inquiry-based learning and problem-based learning, to foster deeper understanding and application of scientific concepts. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 dalam konteks pembelajaran IPAS. Berpikir kritis adalah keterampilan penting di abad ke-21, memungkinkan siswa untuk mengevaluasi informasi, membuat penalaran logis, dan memecahkan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan 26 siswa dari Brawijaya Smart School. Data dikumpulkan melalui uji kompetensi yang terdiri dari 20 pertanyaan yang dirancang untuk menilai empat indikator berpikir kritis: interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Temuan ini mengungkapkan bahwa banyak siswa kesulitan dengan pertanyaan berpikir tingkat tinggi, yang menunjukkan perlunya metode pengajaran yang lebih baik. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis membutuhkan strategi pembelajaran yang menarik dan efektif, seperti pembelajaran berbasis inkuiri dan pembelajaran berbasis masalah, untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam dan penerapan konsep ilmiah.