Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan sosial religius dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai strategi penguatan moderasi beragama di SMP Raden Fatah Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Fokus kajian diarahkan pada integrasi nilai sosial dan religius dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter moderat siswa. Urgensi penelitian ini berangkat dari masih ditemukannya kesenjangan antara ideal pendidikan moderasi beragama dan fakta sosial di lapangan, yaitu rendahnya kesadaran sosial serta kecenderungan eksklusivitas keagamaan di kalangan pelajar. Gap ini penting dikaji karena implementasi moderasi beragama pada tingkat SMP, khususnya di daerah rural semi urban, masih minim dieksplorasi secara komprehensif. Pendekatan sosial-religius relevan untuk mengalihkan pembelajaran PAI yang cenderung normatif-doktrinal menuju pembelajaran yang lebih dialogis, kontekstual, dan humanis. Literatur menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama memerlukan ruang refleksi, interaksi sosial, dan internalisasi nilai kemanusiaan, namun praktik implementatifnya dalam konteks SMP masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada pengembangan model pembelajaran PAI berbasis moderasi serta kontribusi praktis bagi sekolah dalam membangun budaya religius-humanis. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif fenomenologis melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Informan terdiri atas seorang guru PAI dan 25 siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI mengintegrasikan nilai gotong royong, empati, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman melalui strategi partisipatif dan reflektif. Siswa mengalami perubahan dari sikap eksklusif menuju keterbukaan, saling menghargai, serta meningkatnya partisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan. Kolaborasi guru, siswa, dan lingkungan sekolah membentuk budaya religious humanis yang menumbuhkan karakter moderat secara berkelanjutan. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan sosial religius efektif sebagai model pembelajaran PAI yang mampu mengintegrasikan spiritualitas dan kemanusiaan, serta berpotensi diterapkan di sekolah lain.