Perilaku kerja inovatif guru menjadi salah satu kunci keberhasilan peningkatan mutu pembelajaran di era transformasi digital. Namun, pada kenyataannya, masih terdapat guru yang belum optimal dalam menunjukkan perilaku inovatif, baik dalam pemanfaatan teknologi maupun pengembangan metode pembelajaran. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh tingkat motivasi kerja, penggunaan teknologi informasi, serta budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan penggunaan teknologi informasi terhadap perilaku kerja inovatif guru dengan budaya sekolah sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah guru SMA di Kecamatan Pati yang dipilih melalui teknik sampling yang sesuai dengan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan penggunaan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif guru. Selain itu, budaya sekolah juga terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang dapat memengaruhi motivasi kerja dan penggunaan teknologi informasi terhadap perilaku inovatif guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku kerja inovatif tidak hanya dibentuk oleh faktor individu dan teknologi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya sekolah yang kondusif. Oleh karena itu, penguatan motivasi kerja, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan budaya sekolah yang positif menjadi strategi penting dalam meningkatkan perilaku kerja inovatif guru secara berkelanjutan.