Fadjar Adji Nuryanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN HOLISTIK, PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN EVALUASI PENDIDIKAN Fadjar Adji Nuryanto; Kholid Mawardi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40038

Abstract

Miller, describes three basic principles of holistic education: connectedness, inclusion, and balance. Connectedness refers to a shift from a fragmented approach to curriculum to one that seeks to facilitate connections at every level of learning. Some of these connections include integrating analytical and intuitive thinking, connecting the body and mind, integrating subjects, connecting to the community, providing a link to the earth, and connecting to the soul and spirit. The theory of "The Courage to Teach" is a concept developed by Parker J. Palmer, an American author, educator, and activist, which emphasizes that effective teaching is rooted in the teacher's personal identity, self-integrity, and ability to be open to new possibilities. The "Whole Child Approach" theory is an educational philosophy that focuses on the holistic development of children, encompassing aspects such as physical health, safety, engagement in learning, emotional support, and cognitive and social challenges, rather than solely focusing on academic achievement. Authentic character-based assessment is the assessment of students' character development through observation and measurement of actual performance in learning activities relevant to everyday life.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Perspektif Integratif Inklusif Seni Humaniora Wayang Kulit Fadjar Adji Nuryanto; Mohamad Sobirin
Matan : Journal of Islam and Muslim Society Vol 8 No 1 (2026): Matan: Journal of Islam and Muslim Society Vol 8 (No 1) 2026
Publisher : Institute of Research and Public Service Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.matan.2026.8.1.16701

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI), sebagai bagian dari sebuah kurikulum adalah mata pelajaran yang tidak bisa terlepas dari aspek kehidupan, metode pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan integrasi-interkoneksi berusaha menghubungkan antara ilmu agama dengan ilmu sosial dalam satu pola bersama sebagai satu kesatuan yang saling terkait. Keberhasilan penyebaran Islam di Indonesia disinyalir karena metode dakwah bil hikmah, dakwah mauidloh hasanah yaitu peringatan yang baik yang dapat menyentuh akal dan hati (perasaan). Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, Kyai Jadul Maula menyampaikan bahwa dakwah tanpa seni maka resonansinya tidak semasif seperti apa yang telah dilakukan wali sanga. Salah satu kesenian yang digunakan sebagai media dakwah oleh wali sanga adalah Wayang Kulit. Unesco pada tahun 2003 menetapkan wayang sebagai salah satu Masterpiece of Oral and Intangible of Humanity atau karya agung lisan tak benda warisan manusia. Pemerintah telah menetapkan tanggal 7 Nopember sebagai Hari Wayang Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional. Kata kunci : PAI, Integratif Inklusif, Seni Wayang Kulit.