ABSTRACT This study aims to examine the process and outcomes of individual counseling in supporting the psychological development of adolescents at the Juvenile Correctional Institution (LPKA) Class I Tangerang. A qualitative approach with a case study design was employed, involving one adolescent inmate identified as RA who experienced difficulties related to self-understanding, emotional regulation, assertiveness, and future orientation. Data were collected through in-depth interviews, observations conducted during individual counseling sessions, and documentation in the form of counseling records. Data analysis was carried out using thematic analysis, encompassing data familiarization, initial coding, theme development, and meaning interpretation. Data credibility was ensured through technique triangulation. The findings indicate that individual counseling contributed to meaningful psychological changes in the counselee, reflected in improved self-understanding, greater emotional openness, more adaptive emotional regulation, enhanced assertive behavior, increased resilience, and clearer future orientation. These changes emerged gradually through an empathetic and supportive counseling relationship that facilitated self-reflection and constructive meaning-making of past experiences. The study highlights the relevance and effectiveness of individual counseling as a psychosocial intervention within juvenile correctional settings, particularly in fostering adolescents’ personal development and readiness for post-institutional life. Keywords: individual counseling; juvenile inmate; self-understanding; adolescents; future orientation ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses dan dampak pelaksanaan konseling individual dalam mendukung perkembangan psikologis anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu orang anak binaan berinisial RA yang menghadapi permasalahan pemahaman diri, regulasi emosi, sikap asertif, serta ketidakjelasan orientasi masa depan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi selama sesi konseling individual, dan studi dokumentasi berupa catatan proses konseling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan pengenalan data, pengodean, pengelompokan tema, serta penafsiran makna. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual berkontribusi terhadap perubahan psikologis positif pada konseli, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan memahami diri, keterbukaan dalam mengekspresikan emosi, regulasi emosi yang lebih adaptif, berkembangnya sikap asertif, serta meningkatnya resiliensi dan kejelasan orientasi masa depan. Perubahan tersebut berlangsung secara bertahap dan sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan konseling yang empatik dan suportif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa konseling individual merupakan layanan yang relevan dan efektif dalam konteks pembinaan anak binaan, khususnya dalam mendukung perkembangan psikososial remaja dan kesiapan menghadapi kehidupan pasca pembinaan. Kata Kunci: konseling individual; anak binaan; pemahaman diri; remaja; orientasi masa depan