Fuji Attariq Unsha
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ISLAM ASIA TENGGARA KONTEMPORER ABAD KE-21: STUDI PENDIDIKAN SEJARAH ATAS KONFLIK BERNUANSA AGAMA DI THAILAND Mardhiah; Fuji Attariq Unsha; Muhammad Al-Mustafa; Muhammad Jafar; Nukman Hasibuan; Hasan Asari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41150

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika Islam Asia Tenggara kontemporer abad ke-21 melalui studi pendidikan sejarah atas konflik bernuansa agama di Thailand Selatan yang berakar pada pluralitas etnis, agama, dan relasi kuasa negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik Patani sebagai produk sejarah panjang marginalisasi dan kebijakan nasionalisme homogen, serta menempatkannya sebagai materi reflektif dalam pembelajaran sejarah Islam Asia Tenggara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) dan pendekatan deskriptif-analitis, melalui penelusuran literatur historis, kebijakan negara, dan kajian kontemporer menggunakan reflexive thematic analysis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa konflik di Thailand Selatan tidak dapat direduksi sebagai isu radikalisme semata, melainkan berkaitan erat dengan hilangnya kedaulatan Kesultanan Patani, kebijakan asimilasi budaya dan pendidikan, serta marginalisasi struktural terhadap masyarakat Melayu Muslim Patani. Temuan penelitian menegaskan bahwa Islam berfungsi sebagai identitas sosial, memori kolektif, dan simbol resistensi terhadap dominasi negara, sementara pendidikan baik sebagai instrumen negara maupun ruang resistensi kultural memegang peran kunci dalam pembentukan konflik. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan pendidikan sejarah yang kritis, multiperspektif, dan empatik untuk membangun kesadaran historis, memperkuat pemahaman multikultural, serta mendorong narasi perdamaian dalam kajian Islam Asia Tenggara kontemporer.