Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENGUATAN KOPING DALAM MEMBANGKITKAN ASA DAN MEMPERKUAT KESIAPAN PEMULIHAN PASIEN PENYALAHGUNAAN NAPZA Rahmah, Mutia; Sari, Emelda; Masitah, Intan Dewi; Norwaqi’ah, Norwaqi’ah; Damayanti, Eka Putri; Yuliana, Helmalia Syalsa; Yulia, Yuspita; Annisa, Nurdiani Fithri; Khairunnisa, Khairunnisa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2800

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA menjadi permasalahan yang bersifat universal dan menyebar luas hingga perlu upaya penanganan yang serius. Pasien yang menjalani rehabilitasi NAPZA sering mengalami stres dan kecemasan, yang menjadi pemicu utama kekambuhan. Meskipun mekanisme koping adaptif sangat penting untuk pemulihan, program penguatan keterampilan koping mandiri, seperti teknik relaksasi Butterfly Hug (yang efektif menurunkan ketegangan dan kecemasan), di ruang perawatan rehabilitasi masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih keterampilan Butterfly Hug sebagai strategi koping adaptif bagi pasien rehabilitasi NAPZA untuk meningkatkan kesiapan pemulihan. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dan simulasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan seluruh peserta memiliki tingkat kecemasan dan ketegangan psikologis yang tinggi dan kesulitan mengelola craving. Setelah sesi psikoedukasi dan demonstrasi, respons peserta sangat positif. Tingkat kepatuhan dalam melakukan gerakan Butterfly Hug mencapai 88,8% (8 dari 9 peserta) dapat melakukannya dengan benar secara mandiri setelah instruksi kedua. Kegiatan ini berhasil memberikan keterampilan koping adaptif berbasis regulasi emosi mandiri yang mudah diaplikasikan kepada pasien rehabilitasi NAPZA. Keberhasilan adopsi teknik ini menegaskan perlunya integrasi teknik self-soothing seperti Butterfly Hug ke dalam kurikulum asuhan keperawatan jiwa untuk memaksimalkan efek terapi dan mengurangi risiko kekambuhan dini.
Optimalisasi gizi balita di Desa Sungai Asam: edukasi 'isi Piringku' dan inovasi olahan tempe kaya protein Budianto, Windy Yuliana; Noor, Fitriati; Hidayah, Muziati; Masitah, Intan Dewi; Zulvikarni, Andi; Apipah, Apipah; Ghani, Miftah; Akbar, Muhammad Rizqan Alfitri; Dayani, Nor Ella
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38396

Abstract

AbstrakKeberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Adapun permasalahan yang ada dimasayarakat yaitu kurangnnya pengatuan ibu pemenuhan gizi pada anak, belum mengetahui jenis makanan bergisi yang baik dikonsumsi oleh anak. Salah satu upaya strategis dalam membina SDM berkualitas tersebut melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi yang komprehensif. Edukasi kepada Ibu sangat diperlukan untuk memperbaiki gizi pada anak. Edukasi Gizi Seimbang Dengan “Isi Piringku” Serta Demonstrasi Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Tempe dipilih agar dapat memperluas pemahaman ibu dalam pemberian makan. Sehingga kebutuhan gizi balita terpenuhi dan prevalensi gangguan pertumbuhan dapat ditekan. Pemberian edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama para orang tua balita agar bisa memberikan makanan sesuai dengan panduan gizi “isi piringku” yang diukur melalui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Selain itu demontrasi pembuatan nugget tempe bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua melalui pengetahuan cara pembuatan nugget tempe serta mengetahui manfaatnya untuk anak. Kegiatan ini dimulai dengan tahap persiapan yaitu berkoordinasi dengan mitra pelaksana kegiatan. Tahap pelaksanaan metode yang digunakan pengabdian masyarakat ini yaitu berupa pemberian edukasi mengenai gizi seimbang untuk balita melalui “isi piringku”, dan demonstrasi pembuatan nugget tempe, sebelum memulai kegiatan peserta mengisi pre-test dan setelah kegiatan mengisi post-test untuk mengevaluasi kegiatan dan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan rata-rata dari 68,18 menjadi 88,18. Berdasarkan hasil analisis dengan nilai sig. 0, 000 sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dan demonstrasi yang dilaksanakan terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan terkait Gizi seimbang dan pembuatan nugget tempe. kata kunci: gizi seimbang; balita; isi piringku; nuget; tempe. AbstractThe success of national development greatly depends on the quality of human resources (HR). The problems in the community include mothers' lack of knowledge in fulfilling children's nutritional needs and not knowing the types of nutritious foods that are good for children to consume. One strategic effort in developing quality HR is through fulfilling comprehensive nutritional needs. Education for mothers is very necessary to improve children's nutrition. Balanced Nutrition Education with “My Plate” and Demonstrations of Making Tempe-Based Nuggets was chosen to expand mothers' understanding of feeding. This ensures that toddlers' nutritional needs are met and the prevalence of growth disorders can be reduced. The purpose of providing this education is to increase public knowledge, especially among parents of toddlers, so that they can provide food according to the “My Plate” nutrition guidelines, which is measured through knowledge levels before and after the education. In addition, the demonstration of making tempeh nuggets aims to improve parents' skills through knowledge of how to make tempeh nuggets and to understand their benefits for children. This activity begins with the preparation stage, which includes coordinating with implementing partners and preparing the activity. The implementation stage of this community service method includes providing education on balanced nutrition for toddlers through “my plate,” and a demonstration of making tempeh nuggets. Before starting the activity, participants take a pre-test, and after the activity, they take a post-test to evaluate the activity and participants' knowledge. The results of this activity show an increase in the average score from 68.18 to 88.18. Based on the analysis results with a significance value of 0.000, it can be concluded that the health education and demonstration conducted are proven to be beneficial in increasing knowledge related to balanced nutrition and making tempeh nuggets. Keywords: balanced nutrition; toddlers; my plate; nugget; tempeh.