Penyalahgunaan NAPZA menjadi permasalahan yang bersifat universal dan menyebar luas hingga perlu upaya penanganan yang serius. Pasien yang menjalani rehabilitasi NAPZA sering mengalami stres dan kecemasan, yang menjadi pemicu utama kekambuhan. Meskipun mekanisme koping adaptif sangat penting untuk pemulihan, program penguatan keterampilan koping mandiri, seperti teknik relaksasi Butterfly Hug (yang efektif menurunkan ketegangan dan kecemasan), di ruang perawatan rehabilitasi masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih keterampilan Butterfly Hug sebagai strategi koping adaptif bagi pasien rehabilitasi NAPZA untuk meningkatkan kesiapan pemulihan. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dan simulasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan seluruh peserta memiliki tingkat kecemasan dan ketegangan psikologis yang tinggi dan kesulitan mengelola craving. Setelah sesi psikoedukasi dan demonstrasi, respons peserta sangat positif. Tingkat kepatuhan dalam melakukan gerakan Butterfly Hug mencapai 88,8% (8 dari 9 peserta) dapat melakukannya dengan benar secara mandiri setelah instruksi kedua. Kegiatan ini berhasil memberikan keterampilan koping adaptif berbasis regulasi emosi mandiri yang mudah diaplikasikan kepada pasien rehabilitasi NAPZA. Keberhasilan adopsi teknik ini menegaskan perlunya integrasi teknik self-soothing seperti Butterfly Hug ke dalam kurikulum asuhan keperawatan jiwa untuk memaksimalkan efek terapi dan mengurangi risiko kekambuhan dini.
Copyrights © 2025