Pendahuluan: Penyakit infeksi akibat mikroorganisme masih menjadi salah satu penyebab morbiditas dan motalitas tertinggi. Resistensi antimikroba merupakan tantangan global yang mendorong pencarian agen antimikroba baru dari sumber alami. Daun Gambir dikenal mengandung senyawa bioaktif seperti katekin, tanin, fenolik yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkini mengenai potensi ekstrak daun gambir sebagai agen antimikroba. Metode: Kajian dilakukan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis dengan metode PRISMA. Sumber data diperoleh dari basis data Scopus untuk publikasi tahun 2020–2025 menggunakan kata kunci “Uncaria gambir Roxb.”. Dari 117 artikel yang ditemukan, sebelas penelitian memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan PICOS. Pembahasan: Hasil tinjauan sepuluh literature menunjukkan bahwa gambir memiliki aktivitas antimikroba dominan terhadap bakteri Gram positif seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans, Selain itu, gambir juga mampu dijadikan antifungi seperti pada Aspergillus niger dan Aspergillus chevalieri seerta memiliki efek antiviral terhadap HSV-1 Kesimpulan: Uncaria gambir Roxb. memiliki potensi antimikroba yang luas dan konsisten, didukung oleh aktivitas antibakteri, antifungal, antiviral, dan antimikroba berbasis fotodinamik. Senyawa aktif seperti katekin, tanin, dan bis-anthraquinones merupakan komponen kunci yang berperan dalam mekanisme bioaktif tersebut. Standarisasi ekstrak, penentuan dosis efektif, dan uji pra-klinik lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan gambir sebagai agen antimikroba alami.